nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Tanggapan PBNU soal Imbauan MUI Larang Ucapkan Salam Lintas Agama

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Rabu 13 November 2019 01:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 13 337 2129081 ini-tanggapan-pbnu-soal-imbuan-mui-larang-ucapkan-salam-lintas-agama-ertETS3NkJ.jpg Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj. (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menanggapi imbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang melarang salam lintas agama dalam pidato. Dalam hal ini Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj menjawab dengan diplomatis bahwa pengucapan salam tersebut tergantung niat.

"Kalau assalamu itu kita niatkan salah satu nama Allah. kan assalam itu enggak boleh. Tapi kalau assalamu, bahasa Arab yang artinya 'selamat', boleh. Selamat pagi bahasa Indonesia, kalau bahasa Arab-nya salam, selamat. Itu kan bahasa Arab," kata Said Aqil di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Selasa 12 November 2019.

Baca juga: Wamenag Minta Semua Pihak Hentikan Perdebatan soal Salam Lintas Agama 

Jadi kalau salam yang dimaksud MUI 'assalamualaikum' dianggap ibadah atau yang ditujukan salah satu nama Allah dalam Asmaul Husna, Said Aqil sependapat bahwa pengucapan itu adalah haknya umat Islam.

"Tapi kalau Assalam salah satu namanya Allah, Asmaul Husna, Assalam, enggak boleh orang non-Muslim (nyebutnya). Hanya orang Islam yang boleh. Assalam itu nama Allah. Tapi kalau salam dalam arti ucapan selamat bahasa Arab-nya selamat pagi, boleh," tuturnya.

Baca juga: MUI Keluarkan Fatwa Haram Pembakaran Hutan dan Lahan 

Sekadar diketahui, lewat surat edaran nomor 110/MUI/JTM/2019, MUI Jawa Timur mengeluarkan imbauan kepada umat Islam maupun para pejabat menghindari pengucapan salam dari agama lain saat meresmikan acara.

Dalam surat tersebut terdapat seruan agar para pejabat menggunakan salam sesuai ajaran agama masing-masing. (han)

(erh)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini