nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kemendagri Minta Jangan Ada Lagi Sebutan Desa Siluman

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Selasa 12 November 2019 18:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 12 337 2128950 kemendagri-minta-jangan-ada-lagi-sebutan-desa-siluman-UBqUlP64bs.jpg Salah satu desa yang diduga fiktif di Konawe, Sulawesi Tenggara (Foto: Ist)

JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengimbau untuk tidak ada lagi penyebutan desa fiktif, siluman atau pun desa hantu yang diduga terdapat di Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri Nata Irawan. Ia pun memastikan bahwa desa itu ada, namun sedang dalam perbaikan administrasi.

"Kita sepakat mengatakan persoalan istilah desa fiktif jangan ada kalimat seperti itu lagi. Desa siluman sebaiknya tidak, desa itu adalah desa yang sedang perbaikan administrasi," ucap Nata di Gedung Kemendagri, Jakarta Pusat, Selasa (12/11/2019).

Baca Juga: Selasa Sore Ini Kemendagri Beberkan Temuan Tim Verifikasi Desa Fiktif 

Kendati demikian, untuk detail dari desa tersebut, Nata mengungkapkan bahwa hingga saat ini, pihaknya masih berada di sana untuk melakukan peninjauan ke lima desa.

"Nanti kita lihat dilapangan seperti apa, tentu kita akan komunikasikan yang jelas keberadaan desa itu ada, baru kemudian kalau orang katakan oh orangnya enggak ada baru kita mau lihat disebabkan karena apa, nanti tim kami menjawab," paparnya.

Sulteng

Mengenai aliran dana ke desa tersebut, Nata menyebutkan bahwa dirinya belum bisa menjelaskan ke publik, karena masih menunggu pendalaman yang dilakukan oleh tim gabungan yang dibentuk Kemendagri.

"Tetapi kalau nanti masuk lebih jauh terkait dengan dana desa itu juga tentu akan kita lihat setelah hasil tim gabungan dari kementerian dalam negeri terdiri dari Inspektorat Jenderal, Direktorat Jenderal Administrasi Wilayah, dan tim kami sendiri dari Direktorat Jenderal Pemerintahan Desa," ujar Nata.

Baca Juga: Perda Penerima Dana Desa di Kabupaten Konawe Diduga Rekayasa 

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini