nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

4 Kasus Kematian Akibat Gigitan Ular, dari King Kobra hingga Death Adder

Alifa Muthia Diningtyas, Jurnalis · Selasa 12 November 2019 13:36 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 12 337 2128792 4-kasus-kematian-akibat-gigitan-ular-dari-king-kobra-hingga-death-adder-nJF1h7VSoS.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Seorang pemuda asal Depok meninggal dunia usai digigit ular peliharaannya saat hendak memberikan minum. Rendy Arga Yudha (18) dipatuk king kobra di jari telunjuk tangan kanan.

Rendy dinyatakan meninggal oleh Humas Rumah Sakit Universitas Indonesia, Kinanti. Korban terkena kompilasi bisa ular king kobra pada Minggu (10/11/2019).

Berikut beberapa kasus kematian akibat gigitan ular di Indonesia.

1. Prajurit TNI Tewas Digigit Ular

Bripka Desri Sahroni, anggota Satbrimobda Polda Sumatera Barat yang bertugas di bawah kendali operasi (BKO) Polda Papua meninggal dunia, Senin 29 Juli 2019. Ia meninggal setelah pada Sabtu, 27 Juli 2019 digigit ular jenis death adder.

Peristiwa itu terjadi saat korban bersama rekannya Bripka M Suhirman melakukan pengamanan di area sekitar Pos Iwaka, Distrik Kuala Kencana. Korban menjaga para rekannya yang sedang mandi di Kali Iwaka.

Korban saat itu duduk di atas batang kayu yang sudah ditebang, dengan posisi tangan kanan diletakkan bersandar pada pohon. Secara tiba-tiba seekor ular muncul di dekat tangan korban dan langsung menggigit tangan kanan.

Ilustrasi.

Ketika dibawa ke klinik oleh rekannya dengan bantuan ambulans, Bripka Desri sudah tidak sadarkan diri. Saat tiba di klinik Kuala Kencana, korban sempat kehilangan napas, namun petugas medis berhasil melakukan resusitasi (pertolongan pertama bagi korban gagal napas).

Kemudian, petugas medis dari klinik Kuala Kencana merujuk korban ke Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Caritas untuk mendapat perawatan lebih lanjut, yang mana berdasarkan keterangan dokter, kondisi saraf otak korban sudah tidak berfungsi.

Korban mengembuskan napas yang terakhir pada Senin 29 Juli 2019, sekira Pukul 09.00 WIT.

2. Tewas saat Jinakkan Ular

Seorang sekuriti bernama Iskandar, tewas usai dipatuk ular welang yang hendak ditangkapnya di area taman Cluster Michelia Gading Serpong, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang pada Selasa 20 Agustus 2019. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, bisa ular terlanjur menjalar ke bagian jantung hingga nyawa korban tak tertolong.

Bersama seorang temannya, Jaelani, korban berusaha menjepit kepala ular dengan gagang sapu lidi dan salah satu tangannya berupaya memegang kepala ular.

Namun tak disangka, pegangan jari tangan Iskandar tak terlalu kuat, sehingga dengan mudah ular bisa mematuk jari telunjuk tangan kirinya. Spontan Iskandar melepas ular dan menghisap jari telunjuknya, guna mengeluarkan bisa.

Iskandar mulai merasakan reaksi racun menjalar ke bagian tubuhnya. Korban akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Bethsaida untuk perawatan. Rupanya, di RS Bethsaida serum anti bisa belum tersedia. sehingga Iskandar harus dipindahkan ke RSU Kabupaten Tangerang.

Namun beberapa waktu kemudian, Iskandar mengalami kejang dan sesak napas, hingga pada akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

3. Diserang Piton

Perempuan bernama Wa Sago (55), warga Desa Kondowa, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara tewas dililit ular piton sepanjang tujuh meter.

Mayat Wa Sago ditemukan di hutan belakang perkantoran takawa, Buton, Minggu (2/6/2019), pukul 17.30 WITA. Wa Sago dililit ular piton saat perjalanan pulang ke rumahnya dari kebun.

Saat ular melilit tubuh korban, tiga warga yang melintas di lokasi kejadian segera membunuh ular tersebut. Sayangnya korban tak bisa diselamatkan.

Ilustrasi.

Mendapat informasi warga, aparat Polsek Pasarwajo langsung mendatangi lokasi kejadian. Saat evakuasi, ditemukan luka pada bagian kaki dan kepala korban akibat terkaman ular piton.

"Diduga ular tersebut menerkam pertama kali kaki korban. Saat evakuasi, tubuh korban sudah remuk dan ditemukan luka pada bagian kaki dan kepala" jelas Iptu Laode Made melalui telpon, Minggu 2Juni 2019.

4. Dipatuk Ular Peliharaan

Tuti Purwanti (40), bude dari Rendy Arga Yudha (18), pemuda yang tewas akibat dipatuk hewan peliharanya, ular berjenis king kobra mengungkap kronologi kejadian. Korban dipatuk king kobra di jari telunjuk tangan kanannya saat memberi minum ular tersebut di sebuah warung es kelapa tempatnya bekerja.

"Dia lalu minta minyak kayu putih sama tetangga samping warung, ngakunya tangannya dipatuk ular," kata Tuti, Senin (11/11/2019).

Usai dipatuk, Rendy lantas dibawa pulang ke rumah dan selanjutnya dilarikan ke Puskesmas Harjamukti. Pihak puskesmas menolak karena tak memiliki penawar racun bisa ular. Keluarga lantas mencari sebuah klinik yang juga masih di lingkungan Kelurahan Harjamukti dan mendapatkan perlakuan yang sama.

"Di klinik itu kami disarankan ke rumah sakit yang besar, akhirnya kami ke (rumah sakit) Tugu Ibu, tapi ternyata sama juga, enggak punya penawarnya," jelasnya.

Sebuah informasi dari salah seorang tetangganya yang bekerja di RS Sentra Medika, bahwa rumah sakit yang menyediakan penawar bisa ular ada di RS Mitra Keluarga, Depok. Rendy lantas langsung ditangani oleh RS Mitra Keluarga.

"Saat itu, Sigit mengaku kondisi Rendy masih segar bugar, hanya mengeluhkan kepada perawat di RS Mitra Keluarga bahwa tangan kanannya mulai merasa kebas dan pegal dari ujung jari sampai ke bahu. Kemudian pukul 16.00 WIB sore (Rabu 6 November 2019) dia kejang-kejang dan langsung tidak sadarkan diri," kata Tuti.

Rendy lantas dimasukkan ke ruang ICU untuk penanganan lebih lanjut, namun malam harinya, sekira pukul 23.00 WIB pihak RS Mitra Keluarga menyerah menangani Rendy. Sebab, di rumah sakit tersebut memiliki keterbatasan obat penawar bisa.

"Rendy lantas di rujuk ke Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) pada pukul 00.30 WIB Kamis 7 November 2019. Sejak itu, kondisi Rendy kian menurun hingga akhirnya meninggal di RSUI pada 10 November 2019 pukul 03.35 WIB," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini