nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Periksa 6 Saksi di Kasus Suap Bupati Indramayu

Muhamad Rizky, Jurnalis · Selasa 12 November 2019 11:06 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 12 337 2128718 kpk-periksa-6-saksi-di-kasus-suap-bupati-indramayu-6gDO797oiX.jpg Foto Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dijadwalkan memeriksa enam saksi, terkait kasus dugaan suap pengaturan proyek di lingkungan pemerintah Kabupaten Indramayu tahun 2019.

Keenam orang saksi itu adalah, Direktur PT Bagas Jaya: Sukarto, Staf Sespri Bupati Indramayu: Suwargi alias Ucok, PNS atau Staf Dinas PUPR Kabupaten Indramayu: Ferry Mulyadi, dua orang wiraswasta: Mista, Tita Juwita, dan satu orang dari pihak swasta: Jodan Castrena.

"Keenamnya diperiksa sebagai saksi terkait tindak pidana korupsi suap terkait pengaturan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu tahun 2019," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Selasa (12/11/2019).

 Baca juga: KPK Periksa 7 Saksi Kasus Suap Pengaturan Proyek di Mapolres Cirebon

Febri mengungkapkan, keenam saksi tersebut diperiksa sebagai saksi atas tersangka Supendi (SP) selaku Bupati Indramayu nonaktif.

Diberitakan sebelumnya, KPK telah menetapkan Bupati Indramayu, Jawa Barat, Supendi (SP) sebagai tersangka. Selain Supendi, KPK juga menetapkan tiga tersangka lainnya yakni, Kadis PUPR Kabupaten Indramayu, Omarsyah (OMS); Kabid Jalan di Dinas PUPR Indramayu, Wempy Triyono (WT); serta satu pihak swasta Carsa AS (CAS).

Supendi diduga sering meminta sejumlah uang kepada Carsa selaku rekanan penggarap proyek. Supendi ‎diduga sudah mulai meminta uang kepada Carsa sejak Mei 2019 sejumlah Rp100 juta.

 Baca juga: Ini Daftar 47 Kepala Daerah Diciduk KPK Sebelum Berlakunya UU Baru

Tak hanya Supendi, Omarsyah dan Wempy Triyono juga beberapa kali menerima uang dari Carsa. Pemberian uang ke Bupati Supendi serta dua pejabatnya disinyalir terkait dengan pemberian proyek-proyek dinas PUPR Kabupaten Indramayu.

Supendi tercatat mendapatkan dan menggarap tujuh proyek pekerjaan di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu dengan nilai proyek sekira Rp15 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Supendi total menerima uang dugaan suap dari Carsa sebesar Rp200 juta. Sedangkan Omarsyah diduga menerima Rp350 juta dan sepeda. Sementara Wempy menerima Rp560 juta. Uang tersebut diduga bagian dari komitmen fee 5 sampai 7 persen dari nilai proyek yang dikerjakan Carsa.

Supendi, Omarsyah, dan Wempi yang diduga sebagai penerima disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 dan Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan Carsa yang diduga sebagai pihak pemberi suap disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi‎.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini