nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wamenag Minta Semua Pihak Hentikan Perdebatan soal Salam Lintas Agama

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Selasa 12 November 2019 10:37 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 12 337 2128704 wamenag-minta-semua-pihak-hentikan-perdebatan-soal-salam-lintas-agama-hb8J6bXrPs.jpg Wamenag RI Zainut Tauhid di Istana Kepresidenan, Jakarta. (Foto : Okezone.com/Arif Julianto)

JAKARTA – Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid, meminta semua pihak untuk berhenti memperdebatkan ucapan salam lintas agama. Ia mengkhawatirkan polemik itu dapat mengganggu harmoni kehidupan umat beragama.

“Hendaknya semua pihak menghentikan perdebatan masalah ucapan salam karena dikhawatirkan dapat menimbulkan kesalahpahaman dan mengganggu harmoni kehidupan umat beragama,” kata Zainut Tauhid dalam keterangan tertulis, Selasa (12/11/2019).

Pihaknya menghargai adanya berbagai pandangan dan pendapat baik yang melarang maupun yang membolehkan karena semua itu masih dalam koridor dan batas perbedaan yang dapat ditoleransi.

“Semua pihak hendaknya membangun pemahaman yang positif (husnut tafahum), mengembangkan semangat toleransi (tasammuh) dan merajut tali persaudaraan (ukhuwah) baik persaudaraan Islam (ukhuwah Islamiyyah), persaudaraan kebangsaan (wathaniyyah) maupun persaudaraan kemanusiaan (basyariyyah),” tuturnya.

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid

Karena itu, pihaknya mengimbau pemimpin umat beragama baik intern maupun antarumat beragama melakukan dialog untuk membahas hal tersebut. “Sehingga masing-masing pihak dapat memahami permasalahannya secara benar,” ucapnya.

Zainut menegaskan, spirit kerukunan umat beragama harus diwujudkan melalui sikap dan perilaku keberagamaan yang santun, rukun, toleran, saling menghormati, dan menerima perbedaan keyakinan kita masing-masing.

Sekadar diketahui, lewat surat edaran nomor 110/MUI/JTM/2019, MUI Jawa Timur sebelumnya mengeluarkan imbauan kepada umat Islam maupun para pejabat menghindari pengucapan salam dari agama lain saat meresmikan acara. Dalam surat tersebut, terdapat seruan agar para pejabat menggunakan salam sesuai dengan ajaran agama masing-masing.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini