nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

4 Fakta di Balik Hilangnya WNA Asal China di Pulau Sangiang

Alifa Muthia Diningtyas, Jurnalis · Selasa 12 November 2019 09:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 12 337 2128666 4-fakta-di-balik-hilangnya-wna-asal-china-di-pulau-sangiang-qbVgam3tYU.jpg Basarnas Banten Kerahkan ROV atau Robot Penyelam untuk Melakukan Pencarian 3 WNA Asal China yang Hilang di Pulau Sangiang (foto: Basarnas Banten)

JAKARTA - Proses pencarian tiga WNA asal China yang hilang saat menyelam di wilayah Pulau Sangiang belum membuahkan hasil. Padahal, tim SAR memperluas area pencarian hingga pesisir Lampung bagian selatan baik melalui jalur laut dan udara.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, rombongan WNA tersebut bekerja di sejumlah perusahaan di Indonesia itu berjumlah tujuh orang berangkat dari Dermaga Pantai Mabak, Cilegon pada Minggu 3 November 2019 menggunakan perahu nelayan.

Baca Juga: 5 Fakta Mahasiswa Intip Toilet Wanita Pakai GoPro 

Sesampainya di spot penyelaman, semuanya turun ke laut untuk melakukan penyelaman. Namun, Tan Xuz Tao, Wan Bzng Yang, dan Tian Yu tak kunjung muncul kepermukaan. Diduga mereka terbawa arus bawah laut.

Okezone coba merangkum beberapa fakta di balik hilangnya WNA yang tenggelam di perairan Pulau Sangiang pada Senin (4/11/2019). Berikut catatannya.

1. Korban Merupakan Penyelam Profesional

Kepala kantor Basarnas Banten, Zaenal Arifin menyebutkan bahwa ketiga WNA asal China yang hilang di Pulau Sangiang merupakan penyelam profesional.

"Mereka ini bukan (penyelam) pemula tapi sudah profesional dan punya kualifikasi selam," kata Zaenal.

Berdasarkan keterangan dari rekannya yang selamat bahwa mereka sudah sering melakukan aktivitas menyelam di sekitar Kepulauan Sangiang, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang.

Basarnas Banten Kerahkan 2 ROV untuk Cari 3 WNA Asal China yang Hilang di Pulau Sangiang (Basarnas Banten)	 

2. Robot Penyelam Dikerahkan

Proses pencarian tiga WNA asal China yang hilang saat menyelam dilakukan dengan menerjunkan 20 penyelam dan dua unit Remote Operated Underwater Vehicle (ROV) atau robot penyelam.

Tim gabungan dari Basarnas Banten, Polair Polda Banten, Lanal Banten menerjunkan sembilan kapal guna melakukan penyisiran mencari tiga WNA tersebut.

Selain melakukan penyisiran di laut, Basarnas juga melakukan penyisiran di udara menggunakan helikopter Rescue HR-3603.

3. Sayembara Rp750 Juta

Pihak kerabat korban hilangnya tiga WNA asal China saat menyelam di sekitar Pulau Sangiang, Serang, Banten mengeluarkan sayembara berhadiah Rp750 juta bagi siapa saja yang berhasil menemukan jasadnya.

Dalam selebaran yang didapat, terdapat identitas, ciri-ciri dan foto korban. Bahkan, tertulis nominal imbalan sebesar USD50,000 (sekitar Rp750juta) sebagai tanda terima kasih.

Sayembara WNA China hilang di Pulau Sangiang Foto IST	 

"Iya benar (selebaran itu), sama di bawahnya ada posisi (hilang) gambar (foto korban) semua ada di selebarannya," kata salah seorang kerabat korban, Jamie saat dikonfirmasi melalui telepon genggamnya.

Jamie menegaskan, hadiah tersebut akan diberikan kepada masyarakat yang menemukan kerabatnya bernama Tian Yu (35). "Saya kerabat salah satu korban yang ada diselebaran itu," ujarnya.

4. Pencarian hingga Lampung

Proses pencarian tiga WNA asal China yang hilang saat menyelam di sekitaran Pulau Sangiang, Serang belum membuahkan hasil. Padahal, tim SAR memperluas area pencarian hingga pesisir Lampung bagian selatan.

Baca Juga: 4 Fakta di Balik Meledaknya Septic Tank yang Tewaskan Sopir Truk Tinja

"Melaksanakan pencarian korban WNA di sekitar pesisir barat Banten, perairan Sangiang dan pesisir selatan Lampung menggunakan helikopter bolcow 105 P-1114," kata Kabid Humas Polda Banten Kombes Edy Sumardi.

Penemuan Jasad Diduga WNA asal China yang Hilang di Pulau Sangiang (foto: Ist)	 

Kemarin, dua orang nelayan menemukan mayat yang diduga WNA asal China di perairan Bulu Babi, Lampung.

Mayat yang masih mengenakan pakaian selam ditemukan sekitar 8 mil dari pantai Pelabuhan Bengkunat, Pesisir Barat dalam kondisi mengapung.

Saat ini, mayat yang diduga WNA asal China berada di Puskesmas Bengkunat. Helikopter Basarnas sedang menuju TKP untuk menjemput mayat dan akan dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta.

Sementara pihak Basarnas belum bisa memastikan apakah mayat tersebut merupakan WNA yang hilang di Pulau Sangiang. Sebab, di Lampung sendiri ada juga kasus penyelam yang tenggelam dan belum ditemukan.

"Saya belum berani menyatakan ini mayat yang hilang di sini juga karena harus melalui autopsi dulu, baru bisa ketahuan,” kata Kepala kantor Basarnas Banten, Zaenal Arifin.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini