nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peristiwa 12 November: Jenderal Soedirman Jadi Panglima Tentara & Tragedi Semanggi I

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Selasa 12 November 2019 06:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 12 337 2128648 peristiwa-12-november-jenderal-soedirman-jadi-panglima-tentara-tragedi-semanggi-i-6quGUQeqSy.jpg Jenderal Soedirman. (Foto: Wikipedia.org)

JAKARTA – Serangkaian peristiwa penting dan bersejarah terjadi pada 12 November. Kejadian itu kemudian tercatat menjadi bagian penting dari sejarah dunia.

Okezone pun merangkum beberapa momen tersebut, sebagaimana dikutip dari Wikipedia.org, Selasa (12/11/2019).

1927 – Trotsky Dikeluarkan dari Partai Komunis oleh Stalin

Revolusioner Rusia, Leon Trotsky, pada 12 November 1927 dikeluarkan oleh Josef Stalin setelah adanya pertentangan ideologi di tubuh Partai Komunis Rusia. Trotsky dan Stalin merupakan dua tokoh yang mempunyai peran besar dalam Partai Komunis Rusia.

Awalnya Partai Komunis Rusia dipimpin oleh Vladimir Lenin. Namun usai Lenin meninggal dunia, terjadi pertentangan ideologi antara Leon Trotsky dengan Josef Stalin.

Trotsky menginginkan adanya revolusi permanen dan intervensi nasional dari Partai Komunis. Saat itu Partai Komunis Rusia telah menjelma menjadi Komintern (Komunis Internasional).

Stalin berbeda pandangan dengan Trotsky. Stalin lebih menganjurkan adanya sosialisme di satu negara dan menekankan pelaksanaan industrialisasi.

Hasilnya, Trotsky dipecat dari Partai Komunis dan diasingkan dari Uni Soviet pada 1930 sehingga membuat Stalin dan para pendukung menguasi penuh Partai Komunis.

1945 -‎ Jenderal Soedirman Terpilih Jadi Panglima Tentara

Jenderal Besar Soedirman pada 12 November 1945 terpilih menjadi panglima pertama Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Ia menghabiskan masa jabatan sebagai panglima tentara di bawah pimpinan Presiden Soekarno selama lima tahun.

Soedirman pernah mendirikan divisi lokal Badan Keamanan Rakyat. Kemudian, pasukan BKR dijadikan oleh panglima sementara Oerip Soemohardjo bagian dari Divisi V, Soedirman bertanggung jawab atas bagian tersebut.

Soedirman sendiri sebelumnya sudah lebih dulu bergabung dengan tentara Pembela Tana Air (PETA) pada 1944. Di PETA, Soedirman dipercaya menjabat sebagai komandan batalion daerah Banyumas.

1991 – Terjadinya Insiden Dili Timor Timur

Pada 12 November 1991 terjadi Insiden Dili‎ atau yang lebih dikenal pembantaian Santa Cruz. Insiden Dili sendiri merupakan penembakan terhadap demonstran di Timor Timur yang menawaskan lebih dari 250 orang.

Awalnya para pemuda dan mahasiswa menggelar aksi protes terhadap Pemerintah Indonesia terkait tewasnya Sebastiao Gomes yang dikabarkan ditembak oleh tentara. Gomes merupakan aktivis pro-kemerdekaan Timor Timur yang ‎memprotes pembatalan kedatangan anggota Parlemen Portugal.

Protes terkait tewasnya Sebastiao Gomes dilaksanakan di tempat pemakaman Gomes. Para demonstran kemudian dikabarkan ditembaki oleh pasukan Indonesia saat proses pemakaman Gomes. Berdasarkan catatan, ada lebih dari 271 orang tewas dalam peristiwa tersebut, 382 terluka, dan 250 orang hilang.

1996 – Tabrakan Pesawat di Langit India

Sebuah kecelakaan yang melibatkan dua pesawat komersial terjadi di langit Charkhi Dadri, Haryana, India, pada 12 November 1996. Kecelakaan pesawat itu merupakan yang terburuk dalam dunia penerbangan karena bertabrakan di udara.

Kecelakaan pesawat itu melibatkan Arabian Airlines dengan penerbangan 763 rute Delhi India menuju Dhahran Arab Saudi dengan Air Kazakhstan penerbangan 1907 rute Shymkent‎ Kazakhstan menuju Delhi.

Berdasarkan laporan, sebanayak 349 orang tewas dalam kecelakaan dua pesawat tersebut. Dari informasi yang dihimpun, kecelakaan akibat kesalahan atau kelalaian pilot pesawat Kazakhstan Airlines.

1998 – Tragedi Semanggi I Menewaskan Seorang Pelajar

Seorang pelajar bernama Lukman Firdaus tewas setelah mengalami luka berat dalam peristiwa tragedi Semanggi I pada 12 November 1998. Lukman Firdaus meninggak di rumah sakit sehari setelah mengikuti aksi demonstrasi di kawasan Jakarta.

Awalnya ratusan ribu mahasiswa dan masyarakat menggelar aksi demonstrasi terhadap pelaksanaan dan agenda Sidang Istimewa MPR pada 11–13 November 1998. Para demonstran memprotes pemerintahan Bacharuddin Jusuf Habibie dan tidak memercayai anggota DPR/MPR Orde Baru.

Pada 12 November 1998, ada ratusan ribu masyarakat dan mahasiswa yang ingin menembus jalanan dekat Gedung Parlemen Senayan. Tetapi, Pam Swakarsa hingga Brimob memblokade sejumlah ruas jalan hingga terjadi bentrokan.

Bentrok terjadi di sejumlah ruas Jalan Slipi dan Jalan Sudirman. Puluhan mahasiswa masuk rumah sakit dan satu pelajar atas nama Lukman Firdaus meninggal dunia dalam peristiwa yang disebut Tragedi Semanggi I ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini