nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sukmawati: Pemerintah Harus Militan Hadapi Kelompok Radikal

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Senin 11 November 2019 23:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 11 337 2128600 sukmawati-pemerintah-harus-militan-hadapi-kelompok-radikal-EN5RTZW6MO.jpg Sukmawati Soekarnoputri. (Foto: Dok Okezone/Dede Kurniawan)

JAKARTA – Sukmawati Soekarnoputri, putri presiden pertama Republik Indonesia Ir Soekarno, meminta pemerintah menindak tegas kelompok-kelompok berpaham radikal. Pemerintah mesti lebih militan menghadapi mereka.

"Pemerintah harus militan juga menghadapi kelompok seperti mereka," katanya kepada wartawan dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Divisi Humas Polri bertajuk 'Bangkitkan Nasionalisme bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme' di The Tribrata, Jakarta Selatan, Senin (11/11/2019).

Baca juga: Bamsoet: Ancaman Ideologis Terhadap Pancasila Nyata dan Harus Dilawan 

Meski demikian, Sukmawati mengatakan pemerintah sudah cukup tegas menindak paham serta gerakan radikal di Tanah Air.

Ilustrasi radikalisme. (Foto: Ist)

"Pemerintah sudah cukup tegas, tapi kita berpedoman dengan HAM, kalau terlalu menekan juga tidak baik. Inilah suasana demokrasi. Kita juga harus memberikan kesempatan kepada mereka selama mereka tidak mengacau," tegasnya.

Baca juga: JK: Ada 1 Juta Masjid dan Musala, Tak Mungkin Semua Terpapar Radikalisme 

Sukmawati bercerita awal muncul gerakan terorisme di Indonesia bermula dari tragedi Perguruan Cikini (Percik) pada 30 November 1957.

"Di dalam perjuangan membangun bangsa dan negara bangsa Indonesia ini. Saya dari kecil umur 6 tahun, saya menjadi saksi hidup mulainya adanya terorisme," ujarnya.

Bahkan ketika itu, lanjut dia, Bung Karno yang diminta membuka bazar di Perguruan Cikini diserang oleh kelompok terorisme menggunakan granat.

Baca juga: Ma'ruf Amin: Radikalisme Bukan soal Pakaian, tapi Cara Berpikir dan Bertindak 

"Bung Karno diundang untuk membuka bazar. Bazar sudah siap sedia untuk menyambut Presiden datang. Presiden itu turun dari mobil anak-anak sekolah guru dan lain sebagainya begitu turun (ledakan)," ungkapnya.

Sukmawati mengatakan hingga kini kelompok radikal masih tetap eksis. Sebab, kelompok semacam itu kerap memberi cap kafir kepada orang-orang.

Baca juga: Dinilai Overdosis, Muhammadiyah Minta Pembicaraan soal Radikalisme Dikurangi 

"Oh ini lho yang dimaksud pemimpin saya atau bapak saya ya Bung Karno. Kelompok sempit pikiran yang suka royal dengan kata-kata kafar, kafir, kafar, kafir. Jadi zaman Bung Karno kelompok sempit pikiran itu sudah ada sampai saya nenek-nenek masih ada," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini