Share

Wasekjen Golkar : Sulit Dipahami Jika Bamsoet Maju di Munas

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Senin 11 November 2019 19:49 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 11 337 2128527 wasekjen-golkar-sulit-dipahami-jika-bamsoet-maju-di-munas-B0IhP4JWil.jpg Wasekjen Partai Golkar Maman Abdurahman (Foto : Partaigolkar.or.id)

JAKARTA - Jelang Musyawarah Nasional (munas) yang dihelat pada 4 dan 5 Desember 2019 di Jakarta, suhu politik Partai Golkar kian memanas. Sosok yang kerap disebut memperebutkan kursi ketua umum adalah petahana Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo yang kini menjabat Ketua Umum MPR RI.

Wasekjen Partai Golkar Maman Abdurahman mengatakan secara aturan memang tidak ada dalam Ad/ART larangan bagi kader partai yang menjabat ketua MPR untuk mencalonkan diri sebagai ketua umum Partai Golkar.

Airlangga dan Bamsoet

Namun, Maman Abdurahman mengingatkan dalam beberapa kesempatan Bamsoet sudah menyatakan mendukung Airlangga Hartarto untuk kembali menjadi Ketum Golkar. Bamsoet, kata Maman, juga berulangkali mengatakan tidak ada lagi persaingan antara dirinya dan Airlangga.

"Nalar masyarakat atau publik pasti sulit memahami dan menerima kenyataan kalau sekarang ini tiba-tiba Bamsoet maju," kata Maman Abdurahman, Senin (11/11/2019).

Kalau Bamsoet benar-benar maju dalam Munas Golkar, Maman menilai Bamsoet sudah mengingkari pernyataannya mempertahankan soliditas partai. “Walaupun sampai sekarang belum ada statement resmi dari Bambang Soesatyo yang menyatakan dengan tegas bahwa dia akan maju, tetapi apabila nanti beliau menyatakan diri maju maka sudah jadi seperti Syahrini dengan ikon maju mundur cantik, dong,” sindirnya.

Maman melihat Apa yang dilakukan Bamsoet saat ini bagian dari inkonsistensi terhadap janji sebelumnya. "Kalau Mas Bamsoet maju tentunya akan jadi pesaingnya Syahrini. Jangan sampai nanti Syahrini ikut mendaftar juga di Munas Golkar, bisa pada joget Maju Mundur Cantik dong semuanya," seloroh Maman Abdurahman.

Baca Juga : Jaga Pertahanan, Prabowo Berencana Gandeng Kemendikbud

Karena itu, dia berharap semua kader partai bersama menjaga soliditas dan kebersamaan di internal Partai Golkar. Musyawarah mufakat bagi Maman adalah solusi terbaik didalam menghadapi tantangan kekinian bangsa.

"Sama seperti pada saat kita memperjuangkan Mas Bamsoet menjadi pimpinan tertinggi di MPR. Mas Bamsoet dipilih menjadi ketua MPR juga dengan musyawarah mufakat," tuturnya.

Terkait pujian Presiden Jokowo kepada Airlangga Hartarto, Maman menyatakan hal itu sebagai keniscayaan yang tak bisa dipungkiri.

Dia juga mengingatkan perihal dukungan serta keberadaan Airlangga Hartarto dari kemenangan Jokowi di Pilpres baru lalu.

"Dukungan yang diberikan Pak Airlangga Hartarto sangat luar biasa. Wajar kalau sekarang Pak Jokowi memberikan kepercayaan kepada Pak Airlangga Hartarto sebagai Menko Perekonomian," kata dia.

Presiden Jokowi, sambungnya, pun tidak melarang Airlangga rangkap jabatan sebagai menteri dan ketua umum partai. Ini merupakan sinyal kepada Airlangga Hartarto untuk bertahan sebagai ketua umum Partai Golkar.

"Pak Jokowi memandang akan semakin sinergisnya posisi Pak Airlangga Hartarto sebagai Kemenko Perekonomian dan sebagai ketua umum partai, agar posisi politik beliau semakin kuat. Membangun komunikasi poklitik dengan Parlemen juga menjadi lebih baik," terangnya.

Terkait kelebihan yang dimiliki Airlangga Hartarto sehingga layak dipertahankan sebagai ketua umum Partai Golkar, Maman menyebut Airlangga memiliki karakter yang tenang, santun, penuh dengan pertimbangan yang matang dalam mengambil keputusan. Ketegasan dan ketenangan Airlangga Hartarto itulah yang bisa mengantarkan stabilisasi internal Partai Golkar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini