Ini Alasan Mangkirnya Anak Menkumham saat Pemeriksaan di KPK

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Senin 11 November 2019 18:10 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 11 337 2128476 ini-alasan-mangkirnya-anak-menkumham-saat-pemeriksaan-di-kpk-8xSvLFuplQ.jpg Menkumham, Yassona (foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly mengatakan, Direktur PT Kani Jaya Sentosa Yamitema Tirtajaya Laoly tak hadir dalam panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), karena belum menerima panggilan resmi dari penyidik.

Sedianya Tirtajaya akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Isa Ansyari yang saat ini merupakan Kadis PUPR nonaktif Kota Medan, dalam kasus dugaan suap tersangka Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin. Yasonna pun mengakui bahwa sang anak sempat bertanya kepadanya terkait panggilan lembaga antirasuah tersebut.

"Hanya hard copy panggilan itu belum sampai sama dia. Baru dari Pemko hanya di screenshot sama dia, ada panggilan, dia berdiskusi gimana. 'Kamu kan belum dapat hard copy-nya, karena dia di sini (Jakarta) kan, (surat) dikirim ke Medan'. Jadi hard copy belum didapat sama dia ," ujar Yasonna di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (11/11/2019).

Baca juga: Istri Wali Kota Medan Diperiksa KPK Terkait Kasus Dugaan Suap Suaminya

Yasonna pun menerangkan, dirinya telah meminta Tirtajaya untuk menyurati KPK soal belum menerima surat panggilan resmi tersebut. Politisi PDIP itu menilai Tirtajaya dipanggil KPK hanya untuk dimintai klarifikasi.

"Saya bilang, sudah kirimi saja surat ke KPK, mendapat informasi begini, nanti kalau dapat panggilan yang dapat hard copy-nya dia akan datang. Mungkin klarifikasi ya," jelas dia.

Yasonna mengatakan, bahwa selama ini Tirtajaya memang seorang pengusaha. Meski demikian, ia menilai aktivitas anaknya sudah tak banyak di Kota Medan setelah dirinya menjabat Menkumham.

"Jadi gini, dia dipanggil karena dia kan business man juga, tapi selama tiga tahun ini dia dalam urusan di Kota Medan, dia nggak banyak terlibat," pungkasnya.

Baca juga: KPK Geledah Rumah Politikus Golkar Terkait Suap Wali Kota Medan

Dalam kasus OTT Wali Kota Medan, KPK telah menetapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan Isa Anshari dan Kasubbag Protokoler Syamsul Fitri Siregar sebagai tersangka. Eldin diduga menerima suap total Rp 330 juta.

Duit itu diduga untuk menutupi kelebihan biaya perjalanan dinas ke Jepang yang ditagih kepadanya. Kelebihan dana Rp 800 juta itu diduga akibat istri dan anak serta pihak lain yang tak berkepentingan turut ikut ke Jepang.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini