nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cegah Petugas KPPS Kelelahan, KPU Usul ke Jokowi Pemilu Gunakan E-Rekap

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Senin 11 November 2019 13:48 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 11 337 2128315 cegah-petugas-kpps-kelelahan-kpu-usul-ke-jokowi-pemilu-gunakan-e-rekap-oOEUD5sE3W.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengusulkan agar sistem Pemilu ke depan menggunakan e-Rekap, guna mencegah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) hingga mengakibatkan banyak yang meninggal dunia seperti di Pemilu serentak 2019.

Usulan ini langsung disampaikan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat bertemu di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (11/11/2019).

"Pertama, kami mengusulkan penggunaan e-Rekap. Jadi, ini harus diubah di tingkat UU. Sehingga hasil pemilu secara elektronik bisa langsung ditetapkan. Kalau selama ini kita menggunakan e-Rekap dalam sistem kita disitung hanya sebagai bagian penyediaan informasi, tapi tidak bisa digunakan sebagai data resmi penetapan hasil pemilu," kata Ketua KPU Arief Budiman.

 Baca juga: KPU Kembali Larang Mantan Koruptor Maju di Pilkada 2020

Arief menerangkan, KPU juga mengusulkan adanya salinan dalam bentuk digital. Pasalnya, pada Pemilu 2019, KPPS harus menulis ratusan lembar agar seluruh peserta pemilu bisa memperoleh salinan hasil penghitungan.

"Kami mengusulkan ini diganti dengan penyediaan salinan dalam bentuk digital. Jadi nanti C1 plano yang sudah diisi KPPS dipotret, atau formulir C1 di-scan, lalu hasil scan atau hasil potret itu didistribusikan melalui jaringan elektronik ke seluruh peserta pemilu. Jadi itu nanti dianggap sebagai data atau salinan resmi," ucapnya.

Baca juga: Mahfud MD Sebut Jokowi Tampung Ide Kepala Daerah Dipilih DPRD

Selain itu, KPU juga mengusulkan ada pemutakhiran data pemilih berkelanjutan. Sehingga, pada saat Pemilu nantinya tidak lagi harus mengulang mendata pemilih mulai dari awal.

"Karena setelah pemilu 2020, pilkada 2020 itu kan tidak ada pemilu sampai 2024. Jadi kami mengusulkan ada pemutakhiran data pemilih berkelanjutan," imbuhnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini