Perda Penerima Dana Desa di Kabupaten Konawe Diduga Rekayasa

Asdar Zuula, iNews.id · Senin 11 November 2019 11:21 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 11 337 2128243 perda-penerima-dana-desa-di-kabupaten-konawe-diduga-rekayasa-37scs7YQoq.JPG Salah satu rumah di Lerehoma (foto: Asdar/iNews)

KONAWE - Peraturan Daerah (Perda) puluhan desa penerima dana desa, di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), diduga rekayasa.

Perda itu nomor 7 tahun 2011, ditanda tangani oleh Bupati Konawe, Lukman Abunawas. Diduga, tahun perda ini dimundurkan, atau setelah Lukman Abunawas, tidak lagi menjabat Bupati Konawe, namun telah dijabat Kerry Saiful Konggoasa.

Dugaan lain, Perda Nomor 7 tahun 2011, dibuat setelah Perda Nomor 1 tahun 2014, tentang pembentukan dan definitif desa, yang ditanda tangani Bupati Konawe, Kerry Saiful Konggoasa, tidak memenuhi syarat untuk menerima dana desa, setelah pemerintah mengeluarkan moratorium desa tahun 2014.

 Baca juga: Polri Gali Unsur Pidana Terkait Kasus Desa Siluman

Mantan penjabat Kepala Desa Lerehoma, Kecamatan Anggaberi, Jasran mengatakan, desanya masuk dalam dua perda tersebut, mengaku tidak mengetahui Perda nomor 7 tahun 2011.

 Susasa Desa

(Suasana Desa Lerehoma, foto: Asdar)

Jasran, mengaku data penduduk dan luas wilayah yang tertuang dalam Perda Nomor 7 tahun 2011, tidak sesuai data di lapangan.

"Kalau Perda tahun 2011 saya tidak tau, karena tidak sesuai di lapangan, pertama Kepala Keluarganya, jiwanya dan luas wilayahnya (Desa Lerehoma)" ungkap Jasran, saat ditemui di rumahnya di Anggaberi, Minggu 10 November 2019.

 Baca juga: Soal Desa "Siluman", Pratikno: Mendagri Sudah Turun!

Bahkan menurut Jasran, ia telah menjabat sejak 2014, sebagai Kepala Desa Persiapan Lerehoma, kemudian diberikan Surat Keputusan (SK) sebagai penjabat Kepala Desa di Lerehoma, padahal masih status desa persiapan. SK itu, ditanda tangani oleh Bupati Konawe, Kerry Saiful Konggoasa, pada tahun 2017.

"Saya menjabat (Kepala Desa persiapan Lerehoma) tahun 2014 hingga 2017. Tahun berjalan, saya diberitahu teman-teman (Kepala Desa), bahwa Desa Persiapan Lerehoma, mendapat dana desa dari APBN, kami telusuri ternyata benar, dan saat itu kami diminta untuk membuat perencanaan awal" jelas Jasran.

Dana desa tahun 2017 kurang lebih Rp700 juta, digunakan untuk pembangunan beberapa infrastruktur di Desa Lerehoma, diantaranya Pembangunan jalan dan drainase. Sementara, pada tahun 2018, jasran, diganti oleh Faisal sebagai Kepala Desa Persiapan Lerehoma.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini