Komisi I DPR Rapat Perdana dengan Menhan Prabowo, Apa yang Dibahas?

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Senin 11 November 2019 11:18 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 11 337 2128239 komisi-i-dpr-rapat-perdana-dengan-menhan-prabowo-apa-yang-dibahas-UXLCGIYYWI.jpg Ketua Komisi I DPR, Meutya Hafid. (Foto: Okezone.com/Harits Tryan)

JAKARTA - Komisi I DPR RI menggelar rapat perdana dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto. Rapat tersebut semula diagendakan Pukul 10.00 WIB, namun diundur jadi Pukul 11.00 WIB.

“Memang dari Kemhan (Kementrian Pertahanan) meminta untuk di-reschedule untuk jadi jam 11.00 WIB,” ujar Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/11/2019).

Dalam rapat nanti, Meutya belum bisa memastikan apakah terbuka untuk umum ataupun tertutup. Rapat itu juga akan mendengarkan paparan kebijakan umum Menhan Prabowo yang diharapkan selaras dengan visi-misi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

“Kita ingin dari Menhan karena kebijakan umum dari Presiden tersebut nanti yang menjalankan dan merancang kebijakan umumnya adalah Menhan, maka kita ingin mendengarkan sikap Menhan terkait bagaimana atau apa yang Beliau akan lakukan dalam hal meningkatkan kekuatan TNI kita. Kedua, keberpihakan Menhan pada industri pertahanan nasional,” tuturnya.

Prabowo Subianto. (Foto: Okezone.com/Arif Julianto)

Rapat kerja perdana ini pun juga membahas anggaran Kementrian Pertahanan yang pagu anggarannya untuk 2020 sudah disepakati. Diharapkan, Prabowo bisa memanfaatkan anggaran itu untuk mencapai target Presiden Jokowi.

“Dari situ bagaimana Beliau bisa memaksimalkan anggaran atau pagu alokasi yang sudah diberikan kepada Kemhan untuk mencapai target-target yang sesuai dengan visi dari presiden yaitu alutsista modern dan juga TNI yang profrsional,” ucap Meutya.

Tak lupa, lanjut Meutya, nantinya Komisi I dan Prabowo membahas isu-isu aktual terkait situasi kondisi terkini yang ada di Papua.

“Isu aktual lainnya yng mungkin mengemuka adalah tentu bagaiama penanganan terhadap situasi terkini di Papua, bagaimana kita menjaga kondusivitas bersama untuk Papua. itu mungkin yang akan mengemuka,” ucapnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini