nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tim Advokasi Novel Baswedan Minta PDIP 'Tertibkan' Dewi Tanjung

Fahreza Rizky, Jurnalis · Minggu 10 November 2019 08:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 10 337 2127942 tim-advokasi-novel-baswedan-minta-pdip-tertibkan-dewi-tanjung-NU7pZAFDJV.jpg Novel Baswedan (Okezone.com/Heru)

JAKARTA – Tim Advokasi Novel Baswedan meminta PDI Perjuangan ‘menertibkan’ atau menegur kadernya Dewi Tanjung yang dinilai berulah dengan melaporkan Novel ke polisi dengan tuduhan melakukan rekayasa kasus teror penyiraman air keras. Perbuatan Dewi dinilai membawa kegaduhan.

“Oleh karena itu layak partai menegur kadernya karena yang dilakukan Dewi Tanjung serius sekali,” kata nggota Tim Advokasi Novel Baswedan, Asfinawati kepada Okezone, Minggu (10/11/2019).

Baca juga: Nasibmu Novel Baswedan: Disiram Air Keras, Dituding Taliban hingga Dilapor ke Polisi

Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) itu menilai banyak serangan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang melibatkan politisi PDIP.KPK

“Bisa begitu tapi kami punya rilis soal ini yaitu banyak sekali kebetulan (diduga) yang melibatkan politisi PDIP dalam hal serangan kepada KPK,” tuturnya.

Asfinawati menilai laporan Dewi Tanjung bisa memutar balikkan fakta seolah-olah Novel Baswedan menjadi pelaku rekayasa penyiraman air keras. Padahal, menurutnya, Novel adalah korban dari kebiadaban pelaku yang tidak bertanggung jawab.

Baca juga: Novel Baswedan Korban, Tak Bisa Dituntut Pidana dan Perdata

Dia juga menyoroti langkah terpidana kasus korupsi OC Kaligis yang mengungkit kasus penganiayaan pencuri sarang burung walet yang menyeret Novel Baswedan. Kasus itu merupakan perkara lawas saat Novel masih menjabat Kasat Reskrim Polres Bengkulu.

Menurut Asfinawati, rentetan laporan yang menyasar Novel merupakan serangan sistematis terhadap agenda pemberantasan korupsi. Dia juga menyebut ini merupakan perlawanan balik dari para koruptor, dalam hal ini adalah OC Kaligis.

“Pertama dia ini (OC Kaligis) kan punya konflik kepentingan karena dipenjara hasil dari penyidikan KPK. Hal ini jelas perlawanan balik dari koruptor. Ini serangan sistematis memang,” tukasnya.

Wakil Direktur Madrasah Anti Korupsi (MAK), Gufroni, menyebut laporan yang menyasar Novel merupakan serangan sistematis untuk ‘menghabisi’ penyidik senior lembaga antirasuah itu. Gufroni pun berharap agar Dewi Tanjung diganjar sanksi pemecatan oleh PDIP, kendati yang bersangkutan melapor atas nama pribadi.

“Saya kira ini sebuah serangan yang sistematis untuk ‘menghabisi’ Novel,” ucapnya. “Seharusnya dia diberi sanksi pemecatan karena dia salah satu kader. Meski dia atas nama pribadi bukan atas nama partai.”

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini