nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pertanyakan Kekosongan Jabatan Kabareskrim, IPW: Ada Apa dengan Polri?

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Sabtu 09 November 2019 17:33 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 09 337 2127777 pertanyakan-kekosongan-jabatan-kabareskrim-ipw-ada-apa-dengan-polri-wQFg428wSy.jpg Ilustrasi Gedung Mabes Polri (foto: Dokumentasi Polri)

JAKARTA - Indonesian Police Watch (IPW) mempertanyakan kekosongan jabatan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) setelah memutasi 206 perwira Polri. Padahal, IPW menilai posisi Kabareskrim sangat vital.

"Mutasi terhadap 206 perwira Polri kemarin sangat menarik untuk dicermati karena ada yang sangat aneh. Yakni, posisi Kabareskrim yang kosong dan sangat vital untuk diisi oleh figur baru justru belum terisi dalam mutasi ini. Ada apa dengan Polri?," ucap Presidium IPW, Neta S Pane melalui pesan singkatnya, Sabtu (9/11/2019).

Baca Juga: Kombes Argo Yuwono Kini Jabat Humas Polri Gantikan Brigjen Dedi 

Jenderal Pol Idham Aziz Resmi Jabat Kapolri

‎Menurut Neta, mutasi di tubuh Polri kali ini terlihat sangat aneh. Perombakan posisi di tubuh Polri menyisakan tanda tanya tentang mengapa ada kekosongan jabatan Kabareskrim pasca-Jenderal Idham Azis resmi menjadi Kapolri.

"Bagaimana tidak, yang posisinya kosong sekarang inikan jabatan Kabareskrim setelah Idham Azis menjadi Kapolri, tapi kenapa jabatan yg kosong itu belum diisi dalam mutasi ini, justru yang dimutasi sejumlah posisi yang sesungguhnya belum begitu mendesakkan untuk direposisi," ungkapnya.

Dari mutasi kali ini, IPW menyoroti beberapa fenomena yang patut dicermati dalam perkembangan dinamika di tubuh Polri. IPW melihat ada tarik menarik yang kuat menyangkut posisi Kabareskrim.

"Ada indikasi intervensi jalur kekuasaan untuk mendudukkan figur tertentu sebagai Kabareskrim, sementara internal Polri menilai figur tersebut masih sangat junior dan menginginkan tampilnya figur senior yang menjadi Kabareskrim baru," katanya.

Baca Juga: Kapolri Idham Azis Rotasi Jabatan Kakorlantas dan 3 Kapolda 

Tarik menarik tersebut, kata Neta, membuat penunjukan Kabareskrim yang baru berjalan sangat alot. Hal itu terlihat jauh berbeda dengan penunjukkan Pelaksana Tugas (Plt) Kapolri maupun Kapolri baru.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini