nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pertemuan dengan PKS Dicurigai, Nasdem Bandingkan PDIP yang Rangkul Gerindra

Muhamad Rizky, Jurnalis · Sabtu 09 November 2019 15:12 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 09 337 2127771 pertemuan-dengan-pks-dicurigai-nasdem-bandingkan-pdip-yang-rangkul-gerindra-cucCGs4EAm.jpg Ketua DPP Partai Nasdem, Irma Suryani Chaniago. (Foto : Okezone.com)

JAKARTA – Ketua DPP Partai Nasdem Irma Suryani Chaniago menjelaskan perihal ucapan Ketua Umum Partai Nasdem yang menyebut rangkulan dan dicurigai saat pidato Kongres II Nasdem.

Irma mempertanyakan kenapa banyak yang curiga terkait pertemuan elite Nasdem dengan PKS bahkan disebut-sebut akan membuat poros baru. Ia menyinggung soal Gerindra yang diajak gabung PDI Perjuangan, tetapi Nasdem memandang itu sebagai satu hal positif.

"Ayolah kita bangun kepercayaan satu dengan yang lainnya jangan lagi saling curiga. Karena kami melihat ketika PDIP membawa Gerindra toh kami juga tidak protes. Karena itu bagian dari niat baik Pak Presiden dan niat baik Prabowo bersama-sama membangun bangsa ini menjadi lebih baik," tuturnya, Sabtu (9/11/2019).

"Kenapa kemudian ketika kita berkomunikasi dengan PKS untuk bisa juga dengan menjadi partner konsultif menjadi masalah," ujar Irma.

Pertemuan petinggi Nasdem dengan PKS. (Foto : Okezone.com/Sarah Hutagaol)

Saat ditanya siapa yang dimaksud mencurigai Nasdem yang disampaikan Surya Paloh, Irma tidak mau menjelaskan secara spesifik. Menurutnya, ucapan Paloh itu bukan untuk parpol tertentu.

"Ke seluruh orang-orang yang mungkin pemikiran-pemikiran hipokrit yang negative thinking terus-menerus itu yang ditunjukkan ke sana. Jadi tidak Tunjukan ke salah satu partai politiknya," ujarnya.


Baca Juga : Surya Paloh: Salah, Kalau Parpol Pendukung Pemerintah Hanya Pikirkan Koalisi

Irma menegaskan, partainya itu pasti mendukung Jokowi sampai 2024. Karena dukungan itu, pula Nasdem melakukan komunikasi dengan seluruh parpol tidak hanya koalisi.

"Membangun koalisi bukan cuma di dalam, tapi di luar juga harus kita bangun komunikasi kepada teman-teman parpol yang merupakan check and balance. Nah kalau misalnya teman-teman di luar partai koalisi itu melakukan check and balance dengan konstruktif solutif dan elegan tentu ini kan membantu presiden," tuturnya.


Baca Juga : Surya Paloh: Silaturahmi dan Rangkulan Dicurigai, Bangsa Model Apa seperti Ini?

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini