nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengenang Aristides Katoppo, Wartawan dalam Sajikan Berita Harus Selalu Hidup

Fadel Prayoga, Jurnalis · Sabtu 09 November 2019 05:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 09 337 2127662 mengenang-aristides-katoppo-wartawan-dalam-sajikan-berita-harus-selalu-hidup-J4JT9LtT1R.jpg Acara Mengenang Aristides Katoppo bertajuk "Nurani Jurnalis di Tengah Ketidakpastian" (Foto: Okezone/Fadel Prayoga)

JAKARTA - Jurnalis Aristides Katoppo tutup usia pada Minggu 29 September 2019. Namun, sepak terjangnya dalam memperjuangkan kebebasan pers tak akan pernah terlupakan oleh para koleganya dan segenap insan media yang baru menggeluti dunia jurnalistik. 

Jurnalis Senior Tempo, Bambang Harymurti mengatakan, dirinya selalu terngiang pesan dari almarhum, yakni seorang wartawan harus tetap mengutamakan keselamatan dirinya di dalam menjalani tugas jurnalistiknya. Menurut dia, sebuah penyajian berita menjadi tidak ada nilainya jika dalam melakukan proses liputannya, seorang jurnalis harus sampai meregang nyawa. 

"Di tengah kebutuhan keberanian yang tinggi, tapi wartawan tetap harus selalu hidup. Berita jadi tidak tersajikan secara baik kalau wartawannya sampai meninggal," kata Bambang dalam acara Mengenang Aristides Katoppo bertajuk "Nurani Jurnalis di Tengah Ketidakpastian" di auditorium Perpustakaan Nasional, Jakarta, Jumat (8/11/2019).

Baca Juga: Rohana Kudus, Perempuan Jurnalis Penerima Gelar Pahlawan Nasional

Ia mengaku begitu mengagumi sosok mantan wartawan koran Sinar Harapan tersebut. Sebab, dia itu bisa membuat semua narasumber bertekuk lutut ketika sudah diwawancarai.

"Dahulu wartawan ketika ketemu Jenderal LB Moerdani takut. Tapi untuk Aristedes tidak, dia bisa membuat Pak Moerdani tersenyum. Jadi, dia bisa membuat seluruh narsum nyaman, mau menceritakan peristiwa yang pernah diketahuinya," katanya.

Mengenang Aristides Katoppo Foto: Fadel Prayoga

Sementara itu, Ketua Umum AJI Indonesia Abdul Manan menilai perjuangan Aristedes harus menjadi cambukan semangat bagi para wartawan yang kini bekerja di era kecanggihan teknologi. Sebab, kini tak dapat dipungkiri dengan perkembangan teknologi, maka wartawan dimudahkan dalam mencari sebuah data yang akan disajikan dalam sebuah berita.

"Beliau harus menjadi panutan untuk kita dalam menjalani tugas jurnalistik sekarang ini," kata dia dalam sebuah tayangan video.

Baca Juga: AJI: Terapkan Jurnalisme Damai dalam Memberitakan Peristiwa Papua 

Menurut dia, pria kelahiran 14 Maret 1938 itu merupakan sahabat bagi para wartawan di Tanah Air. Sosoknya pun juga bersentuhan berbagai kelompok di luar jurnalis, seperti lembaga swadaya masyarakat (LSM), lingkungan hidup, hukum dan komunitas lainnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini