nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerita dr Louisa Jadi Srikandi Kesehatan untuk Korban Bencana Alam

Amril Amarullah, Jurnalis · Sabtu 09 November 2019 13:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 08 337 2127616 cerita-dr-louisa-jadi-srikandi-kesehatan-untuk-korban-bencana-alam-Kh0F7OUNoL.jpg Dokter Louisa (Foto: FKUKI)

JAKARTA - Pejuang kesehatan tak melulu hadir dari pihak laki-laki, wanita, justru kadang memiliki jiwa sosial yang lebih tinggi seiring dengan sesitivitas mereka dalam melihat sebuah masalah.

Adalah dr Louisa A Langi, dosen terbaik Fakultas Kedokteran di Dies Natalies ke-66 Universitas Kristen Indonesia (UKI) lalu patut diapresiasi sebagai salah satu wanita tangguh di Indonesia.

Louisa menceritakan tentang kisah hidupnya yang penuh dengan pengorbanan sampai masuk ke pelosok desa untuk membantu korban benca alam, dan anak-anak gizi buruk di kantornya.

Dokter Louisa

Dr. Louisa yang saat ini menjabat sebagai Wakil Dekan 3 Bidang Kemahasiswaan dan juga merupakan salah satu alumni di FKUKI menceritakan kisah hidupnya. Bermula saat duduk di bangku sekolah dasar, kedua orang tuanya memanggil dan menanyakan cita-cita dari anak-anaknya.

"Pada waktu itu adik saya menjawab jadi dokter, banyak uang supaya dapat keliling dunia dan saya sang kakak menjawab jadi Pendeta supaya bisa melayani Tuhan keliling Indonesia," kisahnya.

"Setelah dewasa Tuhan mengabulkan keinginan hati kami, Adik saya dapat berkeliling dunia dan saya sendiri berkeliling Indonesia," ungkapnya

Meskipun cita-cita Louisa berbeda dari keinginan awal, namun Tuhan menurutnya mewujudkan cita-cita adiknya Elsye Langi MTh yang lulus sebagai Sarjana Theology saat ini di USA.

"Malah saya yang menjadi dokter dan juga sebagai dosen FKUKI Jakarta," ujarnya

Setelah 25 tahun jadi dokter, menurutnya, Tuhan juga memberikan bonus kuliah si STT Jafray dan mendapat gelar MA.

"Tidak terasa saya sudah 30 tahun menjadi dokter juga termasuk Ahli Gizi Masyarakat, syukur kepada Tuhan yang telah memberikan kesempatan lagi study S3 Program Doktor di FK UKI Jakarta dan juga adik saya Elsye Sasongko Langi saat ini di Southeastern Baptist Theological Seminary Doctor of Education," jelasnya.

Diceritakan Louisa, keliling Indonesia sebagai dokter dalam rangka menolong masyarakat korban bencana alam, telah membuatnya bisa berkeliling Indonesia, bahkan keluar negeri saat jadi sukarelawan korban gempa Nepal.

"Di tengah kesibukan mengajar, saya masih dapat menyempatkan diri menolong para korban bencana tsunami dan likuefakasi di Palu dan Banten," ucapnya.

"Keinginan melayani kesehatan masyarakat korban bencana alam di seluruh Indonesia dan juga menangani anak-anak yang bermasalah dengan gizi buruk atau stunting adalah panggilan jiwa saya," tambahnya.

Ia melanjutkan, pengalaman yang paling mendebarkan, yakni saat sedang menolong korban gempa di Aceh, Lombok dan Nepal. Saat itu, ia akan menolong pasien, tiba-tiba gempa datang lagi melebihi gempa pertama.

Infografis Lipsus Wanita Hebat (Foto: Okezone)

"Di Lombok Utara, diatas bukit tempat tinggal pengungsi, saat gempa susulan M7,1 datang para pengungsi berteriak ketakutan dan saling bertabrakan, hingga mengalami luka bahkan pingsan karena terinjak- injak mengakibatkan jatuh korban dan pada saat itupun korban begitu banyak dan harus saya tangani sendirian," ungkapnya.

Dr. Louisa yang lahir di Minahasa, Sulawesi Utara tepatnya pada tanggal 4 November 1961, walaupun usia sudah memasuki 58 tahun bertekad untuk terus mengabdi kepada masyarakat.

"Selama saya masih hidup dan diberi kekuatan oleh Tuhan, saya dan suami saya Dr Heru Mustika. Kami akan terus melayani masyarakat tanpa takut dengan tantangan dan bahaya yang dihadapi," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini