nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sultan Buton, Pimpinan Perang Gerilya Diberi Gelar Pahlawan Nasional

Maulidia, Jurnalis · Jum'at 08 November 2019 19:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 08 337 2127555 sultan-buton-pimpinan-perang-gerilya-diberi-gelar-pahlawan-nasional-y6ZQJVhQOs.jpg Sultan Buton 20 & 23 (foto: istimewa)

JAKARTA - Sultan Himayatuddin Muhammad Saydi (Oputa Yi Koo), dikenal dengan perjuangannya yang menentang penjajahan Belanda di Buton. Hingga akhirnya Presiden Joko Widodo menganugerahkan gelar pahlawan, Jumat, (8/11/2019).

Berdasarkan tulisan Bardin, S.Pd yang diunggah melalui akun rahma-bungawaro.blogspot.com. Sultan Himayatuddin Muhammad Saydi (Oputa Yi Koo) merupakan Sultan Buton ke 20 dan 23 pada 1755. Sosok pahlawan berjasa asal Sulawesi Tenggara itu, terkenal karena membela rakyat yang dijajah serta kegigihannya dalam perang melawan pemerintahan Belanda.

Gelar 'Oputa Yi Koo' menurut masyarakat setempat, adalah bermakna raja atau penguasa yang gerilya melawan penjajahan di dalam hutan.

 Baca juga: Ini Nama 6 Tokoh yang Dianugerahi Gelar Pahlawan oleh Presiden Jokowi

Sejarah Kesultanan Buton tercatat sebagai pemimpin yang memegang prinsip keadilan. Ia melawan kekuasaan Belanda lantaran mengetahui VOC Belanda telah membuat peraturan pembatasan pelayaran warga Buton, pembebasan ini dibuat atas dasar kapal Belanda yang berlabuh di pelabuhan Buton serta menghancurkan tanaman rempah di Buton.

Belanda membuat aturan ini untuk menciptakan derita hidup rakyat Buton yang mayoritas menggantungkan hidupnya di bidang maritim. La Karambau (Himayatuddin) saat dilantik menjadi Sultan Buton ke-20 yang diberi gelar Sultan Himayatuddin, ia langsung menyatakan menentang peraturan Belanda.

 Baca juga: Enam Tokoh Akan Dianugerahi Gelar Pahlawan oleh Presiden Jokowi

Pertentangan yang dibuat oleh Sultan Buton terhadap Belanda mengundang perang terbuka melawan VOC Belanda yang terjadi pada tahun 1755-1776 selama 21 tahun, dalam perang ini pasukan pimpinan Himayatuddin sebanyak 5.000 prajurit. Atas dasar itu peneliti sejarah Prof. DR. Susanto Zuhdi mengusulkan Sultan Himayatuddin sebagai pahlawan nasional yang berjasa melawan penjajah.

Sultan Himayatuddin Muhammad Saydi menghembuskan napas terakhirnya pada tahun 1776 di usia 86 tahun.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini