nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perkara Babi di Sumut: Ternak Ilegal hingga Pencemaran Lingkungan

Erie Prasetyo, Jurnalis · Jum'at 08 November 2019 19:19 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 08 337 2127548 perkara-babi-di-sumut-ternak-ilegal-hingga-pencemaran-lingkungan-xMe071yZFh.jpg Bangkai Babi di Sungai Sumut (Foto: Okezone/Erie)

Pembuangan bangkai babi ke sungai diduga salah satu dampak dari peternakan babi ilegal di Sumut. Beberapa Pemerintah daerah sudah melakukan langkah tegas dengan menutup peternakan babi yang tidak memiliki izin beroperasi.

Sebelum melakukan penertiban, biasanya pemerintah telah menyurati peternak untuk mengosongkan kandang secara bertahap.

Namun, kerap kali petugas Satpol PP mendapat perlawanan dari peternak ilegal saat penertiban dilaksanakan.

Dampak negatif dari peternakan ilegal adalah pembuangan limbah babi ke sungai dan danau Toba. Salah satu limbah ternak babi yang dibuang sembarangan yakni kotoran.

Pada tahun 2014 silam, Anggota Komisi B DPRD Sumut, Jenny Lucia R Berutu mengatakan ternak babi yang dikelola salah satu peternakan mencapai ribuan ekor dan termasuk terbesar di Asia Tenggara. Ratusan ton limbah padat dan cair yang dihasilkan juga langsung mengalir ke Danau Toba.

"Tentunya ini membuat kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Danau Toba terganggu dan enggan mandi ataupun berenang di danau karena sudah terbayang ada ternak diatas," katanya, Selasa (18/11/2014).

Menurut Politisi Partai Demokrat ini, dampak lain dari pencemaran lingkungan yang dihasilkan adalah keberadaan sejumlah bakteri yang dapat mengganggu kesehatan warga yang menggunakan air Danau Toba untuk keperluan sehari-hari.

Karena itu, pihaknya akan meninjau langsung peternakan tersebut dan meminta kepada BLH Sumut untuk memberikan langkah konkrit terhadap permasalah pencemaran lingkungan di Danau Toba.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini