nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

LPSK Tawarkan Kembali Perlindungan untuk Novel Baswedan

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 08 November 2019 17:43 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 08 337 2127502 lpsk-tawarkan-kembali-perlindungan-untuk-novel-baswedan-mZJAue2CBX.JPG Novel Baswedan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menawarkan bantuan pengamanan untuk penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan. Terlebih, setelah adanya laporan dari Politikus PDI-Perjuangan, Dewi Ambarwati alias Dewi Tanjung ke Polda Metro Jaya.

"LPSK tetap membuka pintu jika saja ada perlindungan yang dibutuhkan oleh Novel," kata Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi Pasaribu melalui pesan singkatnya, Jumat (8/11/2019).

Sebenarnya, kata Edwin, LPSK sudah pernah menawarkan perlindungan kepada Novel sesaat setelah diserang oleh orang tidak dikenal menggunakan air keras. LPSK menawarkan bantuan pengamanan sebanyak dua kali saat itu.

"Tepatnya saat periode pimpinan LPSK sebelumnya, sudah ditawarkan untuk dilindungi. Bahkan sudah dua kali kami proaktif menawarkan perlindungan," terangnya.

Novel

Baca Juga: Novel Baswedan Dipolisikan, Pukat UGM: Akibat Lambannya Pengungkapan Teror Air Keras

Namun, kata Edwin, saat itu Novel menyatakan tidak perlu perlindungan dari LPSK dikarenakan berbagai pertimbangan. Oleh karenanya, LPSK tidak dapat memaksa untuk melindungi Novel Baswedan karena sifatnya bantuan ini sukarela dari korban.

"Sehingga jika korban tidak mau, LPSK tidak dapat melindungi," imbuhnya.

Lebih lanjut, kata Edwin, LPSK turut menyoroti isu yang saat ini kembali menyerang Novel Baswedan. ‎Isu itu terkait tudingan rekayasa kasus teror penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

Menurutnya, Novel Baswedan tidak dapat dituntut baik pidana ‎maupun perdata sesuai dengan Pasal 10 Undang-Undang Perlindungan Saksi dan Korban. Sebab, dalam kasusnya, Novel merupakan korban sesuai dengan hasil temuan tim gabungan bentukan Polri.

"Hal ini harus menjadi perhatian semua pihak, baik yang melaporkan Novel maupun penegak hukum yang menangani laporan tersebut", jelas Edwin.

Edwin pun meminta agar pihak kepolisian segera mengungkap secara terang kasus penyiraman air keras yang menimpa Novel Baswedan. Tak hanya itu, Edwin berharap agar pelaku serta dalang penyerangan terhadap Novel segera ditangkap.

"Jauh lebih penting bagi polisi mengungkap pelaku penyerangan terhadap Novel, mengingat hal tersebut menjadi perhatian publik dan presiden," tekannya.

Sekadar informasi, Politikus PDI-Perjuangan Dewi Ambarwati alias Dewi Tanjung melaporkan Novel Baswedan ke Polda Metro Jaya pada Rabu, 6 November 2019. Novel Baswedan dipolisikan karena dituding melakukan rekayasa pasca-kasus teror penyiraman air keras.

Novel dituduh melakukan rekayasa atau pembohongan publik terkait penanganan matanya pasca-disiram air keras oleh orang tak dikenal. Tak hanya itu, Dewi juga menduga ada yang janggal dari penanganan hingga peristiwa teror air keras yang menimpa Novel Baswedan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini