nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Heboh Menhan Prabowo dan Panglima TNI Akan Tertibkan Banser, Ini Faktanya

Ade Putra, Jurnalis · Jum'at 08 November 2019 17:12 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 08 337 2127480 heboh-menhan-prabowo-dan-panglima-tni-akan-tertibkan-banser-ini-faktanya-1N9yX3v4mX.jpg Menhan, Prabowo Subianto (Foto: Okezone)

AKUN Facebook Khaysha Zasqiya Ramadhani mengunggah sebuah gambar dengan narasi yang seolah menyimpulkan Banser akan ditertibkan. "Banserr - Cepaat Cari Seragam Batik - Loreng mu akan di Sita ..." tulis akun Khaysha.

Dalam gambar tersebut terdapat pula narasi sebagai berikut: "Menhan Prabowo dan Panglima akan menertibkan ORMAS yang berpakaian mirip Uniform TNI sesuai Undang-undang nomor 16 tahun 2017 pasal 59".

Unggahan Khaysha, sudah ramai dibagikan netizen. Berdasarkan hasil penelusuran oleh Adi Syafitrah, salah satu Relawan Masyarakat Anti Fitnah, Hasut dan Hoax (Mafindo), ditemukan faktanya.

Cek Fakta Prabowo dan Panglima

Gambar tersebut menampilkan tangkapan layar artikel di situs iNews.id yang menampilkan momen ketika Menteri Pertahan, Letnan Jenderal (Purn) H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo bertemu dengan Panglima TNI, Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P di Mabes TNI, Jakarta, Rabu 30 Oktober 2019.

Artikel yang dimuat di iNews.id tersebut berjudul: "Menhan Prabowo dan Panglima TNI Bertekad Wujudkan Postur Pertahanan Negara Andal".

Dalam artikel tersebut, tidak ditemukan pernyataan "Menhan Prabowo dan Panglima akan menertibkan ORMAS yang berpakaian mirip Uniform TNI sesuai Undang-undang nomor 16 tahun 2017 pasal 59" seperti yang ditulis di gambar yang diunggah oleh Khaysha.

Begitu juga hasil penelusuran terhadap media-media arus utama lain tidak ditemukan pernyataan Menhan ataupun Panglima TNI seperti narasi yang ada di gambar tersebut. Dengan demikian, kata Adi, konten yang dibagikan akun Khaysha adalah kategori konten yang dimanipulasi.

"Jadi, intinya konten yang dibuat akun Khaysha itu merupakan konten yang dimanipulasi. Dimana ketika informasi atau gambar yang asli dimanipulasi untuk menipu," tutup Adi dalam ulasan periksa faktanya, Jumat (08/11/2019).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini