nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

DPR Ingin Masalah Papua Diselesaikan Melalui Pendekatan Dialogis

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Jum'at 08 November 2019 16:53 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 08 337 2127469 dpr-ingin-masalah-papua-diselesaikan-melalui-pendekatan-dialogis-q00PEPwRqU.JPG Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Hafid (Foto: Okezone.com/Fahreza Rizky)

JAKARTA - Komisi I DPR RI melakukan kunjungan kerja perdana ke Provinsi Papua dan Papua Barat. Kunjungan itu merupakan bentuk komitmen DPR bersama pemerintah mencari solusi terbaik persoalan yang ada di Papua.

“Ini kunjungan pertama Komisi I DPR periode 2019-2024 dan kita memutuskan untuk ke Papua dan Papua Barat sebagai bentuk komitmen Komisi I bersama pemerintah mencari solusi terbaik untuk Papua,” ujar Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Hafid dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (8/11/2019).

Meutya berujar bahwa kunjungan kerja ini juga merupakan bagian dari fungsi pengawasan Komisi I dengan mitra kerjanya. “Salah satunya adalah untuk mendapatkan masukan dan situasi terkini di Papua," katanya.

Politikus Partai Golkar ini meyakini, selain penegakan hukum, pendekatan dialogis juga berperan besar dalam menjaga kondusivitas di bumi cenderawasih. Ia menilai semua aspek juga harus dilihat seperti halnya aspek politik, aspek ekonomi, aspek sosial-budaya, hukum, dan sebagainya.

Untuk itu, Meutya mendorong pendekatan dialogis dalam penyelesaian permasalahan di Papua. Oleh karenanya, Komisi I DPR berupaya untuk berdialog dengan para tokoh-tokoh masyarakat Papua selain juga bertemu pemerintah provinsi dan segenap jajaran forum komunikasi pimpinan daerah yang ada di Papua.

"Dengan mengundang pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta tokoh agama yang ada di Papua untuk duduk bersama, diharapkan ada solusi-solusi untuk menyelesaikan apa yang menjadi akar permasalahan di Papua,” tutur Meutya.

"Jadi bukan sekadar melihat persoalan Papua dari masalah keamanan dan hukum saja, tetapi jauh lebih penting menyelesaikan akar masalahnya," katanya menandaskan.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini