nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bantah Ada Desa "Siluman", Ini Penjelasan Mendes

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Jum'at 08 November 2019 15:39 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 08 337 2127416 bantah-ada-desa-siluman-ini-penjelasan-mendes-UoDKFKNPVA.jpg Mendes PDTT, Abdul Halim Iskandar (foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar membantah adanya tiga desa "siluman" di Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).

"Harus kita samakan dulu persepsi pemahaman fiktif itu apa. Karena kalau yang dimaksud fiktif itu sesuatu yang nggak ada, kemudian dikucuri dana dan dana nggak bisa dipertanggung jawabkan, itu nggak ada," kata Halim di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (8/11/2019).

Halim memastikan, bahwa adanya Desa Uepai, Desa Morehe, dan Desa Ulu Meraka yang sebelumnya dinyatakan sebagai desa siluman. Bahkan, sambung dia, desa itu berpenduduk dan memiliki pemerintahan desa.

Baca juga: Tak Sulit Bongkar Desa "Siluman", Ganjar: Panggil Saja Bupatinya!

"Karena desanya ada, penduduknya ada, pemerintahan ada, dana dikucurkan, iya. Dan pertanggung jawaban ada, pencairan juga ada, sehingga saya bingung yang namanya fiktif namanya bagaimana," imbuh dia.

Halim memastikan, pihaknya telah menelusuri tiga desa yang disebut fiktif itu. Menurut dia, Kemendes juga telah menelaah laporan pemberian dana desa tersebut.

"Sudah kita telusuri semua sesuai dengan tupoksinya Kemendes sudah kita telaah, dan memang kita temukan laporannya ada tahapan satu, dua, tiga. Dana desa setahun itu dievaluasi 2 kali. Pertama 20 persen setelah selesai laporan 40 persen, nggak akan turun itu kalau laporan nggak selesai," jelas dia.

Baca juga: Dugaan Korupsi Dana Desa: Disorot KPK sejak 2015, Terungkap pada 2019

Halim menegaskan, bahwa tak ada desa fiktif di Konawe seperti laporan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, dan KPK. "Sejauh ini belum ada," imbuh dia.

Halim juga telah menyampaikan bantahan adanya desa "siluman" ke Sri Mulyani. Ia pun kembali menegaskan bahwa tiga desa di Konawe itu sudah mempunyai laporan pertanggungjawaban.

"Sudah kita laporkan," singkat dia.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini