nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Kasus Seks Threesome di Indonesia, dari Suami Jual Istri hingga Guru Ajak Siswinya

Debrinata Rizky, Jurnalis · Jum'at 08 November 2019 14:25 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 08 337 2127374 5-kasus-seks-threesome-di-indonesia-dari-suami-jual-istri-hingga-guru-ajak-siswinya-90CB7mVsia.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Masyarakat dihebohkan seorang guru berinisial SND bersama kekasihnya PTW yang melakukan praktek seksual bertiga atau threesome dengan gadis di bawah umur. Kasus ini menambah deretan kasus perilaku asusila di Tanah Air.

Selain kasus di atas, perilaku serupa juga beberapa kali terjadi di berbagai daerah.

1. Istri Dijual Suami Rp2 Juta untuk threesome

Kasus suami jual istri untuk layanan seksual terungkap di Jawa Timur Selasa, 2 Juli 2019. Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya menggerebek pasutri sedang melakukan threesome dengan tamunya di Best Hotel, Jalan KedungSari, Surabaya.

Ketiganya digerebek dalam keadaan telanjang dan langsung digelandang ke Polrestabes untuk menjalani pemeriksaan. polisi menyita sejumlah barang bukti seperti uang Rp2 juta, celana dalam, HP dan surat nikah.

Baca juga: Layani Seks Threesome, Istri Dijual Suami Seharga Rp2 Juta

Amin menjual istrinya berinisial NN ke pria hidung belang dengan tarif Rp2 juta sekali melakukan layanan threesome lewat Facebook. Tersangka dijerat dengan Pasal 2 UU RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang TPPO, Pasal 296 KUHP dan Pasal 506 KUHP.

2.Tukang Bakso Jajakan Istri yang Hamil untuk Seks Threesome

Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya, Jawa Timur menangkap seorang penjual bakso asal Kediri, Dian Tri Susilo (20). Pelaku tega menjual istrinya yang tengah hamil 4 bulan, DR (16) untuk melakukan threesome.

Dian menawarkan istrinya pada pria hidung belang di Facebook dan memasang tarif Rp2 juta untuk sekali threesome. Selama ini tersangka sudah melayani orderan sebanyak tiga kali. Dian dan DR digerebek di hotel pada Senin, 12 Agustus 2019.

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Tersangka mencantumkan nomor HP di profil FB dan melakukan komunikasi dengan tamu melalui WhatsApp untuk tawar menawar harga. Setelah menemukan kesepakatan, Tamu membayar uang muka dan pasutri ini berangkat ke hotel yang telah dijanjikan.

Dian dijerat dengan Pasal 2, Pasal 17 UU RI Nomor 21 tahun 2007 tentang TPPO dan atau Pasal 296 KUHP dan atau Pasal 506 KUHP. Polisi menyita barang bukti uang Rp500 ribu dan HP.

3. Pria Asal Magetan Jajakan Istrinya Layani Seks Threesome

Tidak jauh beda dengan Dian dan DR, kali ini pria asal Magetan Agus Ariandi (30) juga menjual istrinya JT(20) untuk layanan seks threesome. Agus menjajakan istrinya dengan tarif Rp1 juta untuk sekali threesome. Polisi melakukan penggerebekkan di hotel pada Rabu, 14 Agustus 2019 di Jalan Masuk Telaga Sarangan, Magetan. Tersangka menjajakan istrinya lewat Twitter.

4. Dua Wanita Layani Seks Threesome 4 Orang per Hari

SH (34) dan SR (24), dua warga Jakarta menjual layanan threesome melalui media sosial. Ada beragam paket yang ditawarkan dengan harga yang bervariasi, mulai Rp1 juta hingga Rp3 juta.

Bisnis prostitusi ini sudah dilakukan beberapa bulan. Keduannya memiliki pelanggan di berbagai wilayah Indonesia. Sekali keluar kota, mereka melayani tiga hingga empat pelanggan untuk menghindari rugi ongkos.

Sebelum polisi menggerebek keduanya di Serang pada Selasa, 3 Septemeber 2019, mereka sudah menyelesaikan pelayanan seksual kepada pelanggan pertama.

5. IBu Guru di Buleleng Ajak Murid Threesome

Siswi berinisial V (16) menjadi korban pelecehan seksual oleh guru perempuannya berinisial SND. SND dan pacarnya PTW mengajak seorang siswi untuk threesome. Kejadian berawal saat kekasih guru perempuan tersebut mengutarakan keinginannya untuk melakukan seks threesome karena sering menonton video porno. Permintaan PTW direspons oleh SND yang mengajak salah satu siswinya berinisial V.

“Jadi korban ini dibawa ke kos pacar oknum guru itu. Saat bertiga dalam kamar, guru dan pacarnya ini bercumbu dengan harapan korban terangsang, namun ternyata tidak demikian. Korban menolak hingga terjadi pemaksaan,” ujar Vicky dikutip iNews, Kamis (7/11/2019).

Terungkapnya kasus ini terjadi setelah korban menceritakan peristiwa itu kepada orangtuanya. Tak terima orangtua korban melaporkan kedua pelaku. Kasus tersebut sudah ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Buleleng. Polisi menahan kedunnya untuk pemeriksaan dan menyita barang bukti seperti sprei dan pakaian pelaku dan korban.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini