nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ma'ruf Amin: Radikalisme Bukan soal Pakaian, tapi Cara Berpikir dan Bertindak

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Jum'at 08 November 2019 13:46 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 08 337 2127341 ma-ruf-amin-radikalisme-bukan-soal-pakaian-tapi-cara-berpikir-dan-bertindak-eZg5C0p8gu.jpg Wapres KH Ma'ruf Amin didampingi Kapolri Jenderal Idham Azis (Humas Polri)

JAKARTA – Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin meminta Polri mencegah radikalisme dan mengatasi persoalan yang menyangkut hal-hal intoleran di Indonesia. Ma’ruf juga mengingatkan soal paham khilafah.

"Kita harus mencegah ada kelompok yang keluar dari komitmen kebangsaan, radikalisme, dan intoleran," kata Ma'ruf dalam kuliah umum Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri pendidikan reguler ke 28 di Gedung The Tribrata, Jakarta Selatan, Jumat (8/11/2019).

Di hadapan 62 peserta Sespimti, Ma’ruf mengatakan radikalisme tak bisa diukur dari cara seseorang berpakaian.Ilustrasi

"Radikalisme itu bukan soal pakaian, tapi cara berpikir, cara bersikap, perilaku, dan cara bertindak. Upaya yang harus kita lakukan, (adalah) meluruskan cara berpikir, sikap bertindak, dan gerakan-gerakannya. Perlu ada upaya intensif tentang kontraradikalisme dan deradikalisasi," ujar Ma'ruf.

Selain radikalisme, Ma'ruf Amin juga mengingatkan para peserta soal ancaman khilafah. Meski begitu, Ma'ruf memastikan bahwa khilafah tak akan masuk ke Indonesia karena paham tersebut tak diterima.

Baca juga: Dubes Saudi : Radikalisme Bukan dari Arab

"Pertanyaannya kenapa khilafah ditolak di RI? Bukan ditolak tapi tertolak, kalau tertolak memang tak bisa masuk. Bukan karena Islami, (atau) tak Islami," kata Ma'ruf.

Alasannya, lanjut Ma'ruf, paham khilafah tak sesuai dengan kehidupan di Indonesia. Menurutnya, perlu ada cara untuk menyamakan pemahaman Islam untuk masyarakat Indonesia.

"Secara proporsional khilafah tertolak karena menyalahi kesepakatan Indonesia adalah NKRI. Kalau itu jadi khilafah maka tidak NKRI lagi, negara kesatuan khilafah Indonesia," kata Ma'ruf Amin.

"Ini perlu diluruskan pemahamannya. Islam kita itu Islam kaffah, utuh tapi ada kesepakatannya, kesepakatan nasional. Jadi penting untuk kita, komitmen kebangsaan harus diperkuat."

Kuliah umum bertema 'Pembangunan Sumber Daya Manusia yang Unggul dan Pancasilais Guna Menyongsong Indonesia Emas' tersebut diawali dengan sambutan kata pengantar oleh Kapolri Jenderal Idham Azis.

Turut hadir Mendagri Tito Karnavian, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Kasum TNI Letjen Joni Supriyanto, Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan HB X serta pejabat utama Mabes Polri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini