nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gunung Anak Krakatau Erupsi dan Digoyang 19 Kali Gempa

Muhamad Rizky, Jurnalis · Jum'at 08 November 2019 09:56 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 08 337 2127257 gunung-anak-krakatau-erupsi-dan-digoyang-19-kali-gempa-QKSjx0D9hO.jpg Gunung Anak Krakatau (Foto Dispar Banten)

JAKARTA – Gunung Anak Krakatau sempat erupsi dan dilanda 19 kali gempa pada Kamis 7 November 2019. Namun, gunung api di Selat Sunda, Lampung itu statusnya masih waspada atau level II. Warga dilarang beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah Anak Krakatau.

“Pada tanggal 7 November 2019 terjadi erupsi menghasilkan kolom erupsi berwarna putih-hitam tebal setinggi 200-300 m dari dasar kawah,” tulis Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologoli (PVMBG) dalam laman resmi Badan Geologi Kementerian ESDM, Jumat (8/11/2019).

PVMBG melaporkan Gunung Anak Krakatau teramati jelas hingga tertutup kabut. Melalui CCTV, teramati asap kawah bertekanan sedang berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal dan tinggi 25-300 meter dari atas kawah.

“Erupsi menghasilkan kolom berwarna putih-hitam tebal setinggi 200-300 meter dari dasar kawah,” sebut PVMBG.Ilustrasi

Melalui seismograf pada 7 November kemarin, tercatat Gunung Anak Krakatau mengalami 19 kali gempa masing-masing 10 kali gempa letusan, tiga gempa embusan dan enam kali gempa low frequency.

“Tremor menerus dengan amplitudo maksimum 1-44 mm (dominan 10 mm).”

PVMBG merekomendasikan masyarakat atau wisatawan agar tidak mendekati kawah dalam radius 2 kilometer dari kawah Anak Krakatau.

VONA terakhir terkirim kode warna ORANGE, terbit pada 7 November 2019 pukul 07.34 WIB. Berkaitan dengan erupsi yang teramati melalui CCTV menghasilkan kolom erupsi berwarna putih kelabu tebal setinggi 150 meter dari dasar kawah. Kolom erupsi bergerak ke arah utara.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini