nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terlibat Kasus Narkotika, 2 WNA Diekstradisi ke Korsel

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Jum'at 08 November 2019 00:07 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 07 337 2127148 terlibat-kasus-narkotika-2-wna-diekstradisi-ke-korsel-Iy4yGwZ9fl.jpg Ilustrasi Penangkapan (foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah Republik Indonesia mengekstradisi dua orang Warga Negara Asing ke Korea Selatan karena terlibat kasus narkotika di Bali.

Direktur Otoritas Pusat Hukum Internasional (OPHI) Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Ditjen AHU Kemenkumham), Tudiono mengatakan kedua WNA itu adalah AG, warga negara Malaysia dan LTK warga negara Filipina.

“Pemerintah Republik Korea (Korea Selatan) menyampaikan permintaan ekstradisi tersebut, yang diajukan berdasarkan Perjanjian Ekstradisi antara Republik Indonesia dan Republik Korea,” katanya kepada wartawan, Kamis (7/11/2019).

Baca Juga: Istri Tertangkap Bawa Kondom Berisi Sabu untuk Suami di Rutan Depok 

Tudiono mengungkapkan kedua WNA ini disangka melakukan tindak pidana membawa masuk narkotika golongan I jenis metamfetamina (methamphetamine) seberat 2050,46 gram ke dalam wilayah Republik Korea. Tindak pidana tersebut melanggar Pasal 58 Undang-Undang Republik Korea tentang Pengendalian Narkotika dan Pasal 11 Undang-Undang Republik Korea tentang Hukum Tambahan mengenai Kejahatan Spesifik (Psikotropika).

Ilustrasi (foto: Shutterstock) 

Keduanya ditangkap di wilayah Pemerintah Indonesia oleh Kepolisian RI merujuk Red Notice (surat keterangan pencarian orang atau buronan) Interpol, atas permintaan Kepolisian Republik Korea.

Terkait proses ekstradisi sendiri, sudah sesuai melalui Keputusan Presiden (Kepres), yaitu Kepres Nomor 21 Tahun 2019 tanggal 26 Juli 2019 dan Kepres Nomor 19 Tahun 2019 tanggal 26 Juli 2019 yang mengabulkan permintaan ekstradisi terhadap kedua WNA, AG dan LTK.

“Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) melaksanakan Keputusan Presiden tersebut sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” tutupnya.

Persetujuan tersebut ditindaklanjuti melalui rapat koordinasi antar kementerian dan lembaga pada hari Rabu, 25 Septermber 2019, yang hasilnya disepakati Pemerintah Indonesia menyerahkan AG dan LTK pada 7 November 2019 di Kejaksaan Tinggi Bali sekitar pukul 15.00 WITA. ”Waktu dan tempat tersebut telah memperoleh persetujuan dari Pemerintah Republik Korea,” tambahnya.

Baca Juga: Polisi Tembak Mati Bandar Narkoba Sindikat Internasional 

Pelaksanaan ekstradisi tersebut dihadiri dan disaksikan oleh perwakilan kementerian dan lembaga terkait penanganan ekstradisi AG dan LTK di Indonesia, termasuk di antaranya Wakil Kejaksaan Tinggi Bali, Didik Farkhan Alisyahdi, beserta perwakilan Pemerintah Republik Korea. Direktur Otoritas Pusat dan Hukum Internasional, Ditjen AHU, menjadi perwakilan dari Pemerintah Republik Indonesia dalam pelaksanaan ekstradisi tersebut.

Pelaksanaan ekstradisi berjalan lancar dan berhasil berkat dukungan, kerja sama, dan sinergitas yang sangat baik dari berbagai kementerian dan lembaga terkait.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini