nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nasibmu Novel Baswedan: Disiram Air Keras, Dituding Taliban hingga Dilapor ke Polisi

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 07 November 2019 15:50 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 07 337 2126957 nasibmu-novel-baswedan-disiram-air-keras-dituding-taliban-hingga-dilapor-ke-polisi-onHv8jSLY4.jpg Novel Baswedan (Okezone.com/Heru)

NASIB Novel Baswedan bak jatuh tertimpa tangga. Setelah terkena siraman air keras dan pelakunya hingga kini tak terungkap, penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu harus menghadapi kenyataan lain. Dia dilaporkan ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan merekayasa kasusnya.

Novel Baswedan dilaporkan ke polisi oleh Dewi Ambarwati alias Dewi Tanjung, Rabu 6 November kemarin. Politikus PDIP menuding Novel Baswedan melakukan pembohongan publik atas kasus air keras.

Baca juga: Novel Baswedan Dilaporkan ke Polda Metro oleh Politikus PDIP

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyayangkan pelaporan itu. Novel, kata dia, adalah korban dari teror air keras yang sampai kini belum mampu diungkap polisi. ‎"Jelas-jelas Novel menjadi korban,” ujarnya, Kamis (7/11/2019).Novel Baswedan

Novel Baswedan di KPK (Okezone.com/Heru)

Novel usai terkena siraman air keras sempat dirawat berbulan-bulan mulai dari Rumah Sakit Mitra Keluarga kemudian RS Jakarta Eye Center sebelum dirujuk ke rumah sakit di Singapura.

“Itu sangat jelas bahwa ia adalah korban dari penyiraman air keras, bahkan kalau kita dengar konferensi pers dari tim gabungan yang dibentuk Polri itu jelas disebut di sana penyiraman dan karakter air keras yang terkena ke Novel," kata Febri.

Novel Baswedan disiram air keras usai salat subuih di Masjid Al Ikhasan dekat rumahnya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 17April 2017. Pelaku diduga dua pria berboncengan sepeda motor. Celakanya, sampai kini Polri tak mampu mengusut siapa pelaku.

Dalam sebuah wawancara dengan majalah TIME pada 15 Juni 2017, Novel Baswedan mengatakan serangan terhadapnya terkait sejumlah kasus korupsi yang ditanganinya di KPK.

"Saya memang mendapat informasi bahwa seorang jenderal polisi terlibat," kata Novel.Novel Baswedan

Beberapa kalangan menilai keterlibatan jenderal itulah yang membuat kasus Novel tak pernah berani diungkap tuntas.

Baca juga: Perjalanan Kasus Novel Baswedan

Polri memang bekerja. Pada 29 Juni 2017, polisi sempat merilis sketsa wajah diduga pelaku penyiraman Novel. Ada yang diamankan, tapi belakangan dilepas dengan alasan tak terbukti terlibat.

Polri juga pernah memeriksa Novel. Dia menolak mengungkap sosok yang disebutkan “jenderal” di balik kasusnya.

Setelah 10 bulan dirawat di Singapura, Novel Baswedan kembali ke Indonesia. Tapi matanya tak lagi sempurna. Mata kiri dilaporkan sudah tak berfungsi akibat terkena air raksa. Novel kembali bekerja di‎ KPK mulai 27 Juli 2018‎.

Novel bersama KPK dan kalangan sipil terus mendesak pemerintah mengungkapkan kasus teror air keras.

Polri sudah membentuk tim gabungan untuk mengungkap kasus Novel, tapi sampai batas waktu yang ditentukan mereka gagal. Polri kemudian membentuk tim teknis yang dipimpin Idham Azis yang kini jadi Kapolri. Tapi, sampai hari ini juga hasilnya masih dipertanyakan.

Di tengah gencarnya desakan agar kasus Novel diungkap, KPK diterpa berbagai isu miring. Ada yang menuding di lembaga antirasuah ada kelompok ‘polisi India’ dan kelompok ‘radikal atau taliban’.Ilustrasi

Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane menilai tudingan ‘kubu taliban’ di KPK ditujukan kepada Novel.

“Taliban siapa? Kubu Novel. Polisi India siapa? Kubu non-Novel. Perlu ada ketegasan komisioner untuk menata dan menjaga soliditas institusi ini," kata Neta dalam sebuah diskusi di Cikini, Jakarta, 5 Mei 2019.

Baca juga: Idham Azis: Begitu Jadi Kapolri, Saya Segera Ungkap Kasus Novel Baswedan

Idham Azis saat mengikuti uji kelayakan jadi Kapolri di Komisi III DPR RI, akhir Oktober lalu, berjanji setelah dilantik jadi Kapolri akan menunjuk Kabareskrim baru dan memerintahkan pengungkapan kasus Novel.

Idham Azis sudah dilantik oleh Presiden Jokowi menjadi Kapolri menggantikan Tito Karnavian. Namun, sampai hari ini posisi Kabareskrim belum jelas siapa yang ditunjuk.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini