nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kuasa Hukum Novel Sebut Laporan Dewi Tanjung ke Polisi Ngawur

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 07 November 2019 15:25 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 07 337 2126940 kuasa-hukum-novel-sebut-laporan-dewi-tanjung-ke-polisi-ngawur-4vuKfkl4Uj.JPG Novel Baswedan (foto: Okezone)

JAKARTA - Tim Advokasi Novel Baswedan, Alghiffari Aqsa menyebut laporan Politikus PDI-Perjuangan, Dewi Ambarwati alias Dewi Tanjung ke Polda Metro Jaya tidak jelas dasarnya atau ngawur. Laporan tersebut terkait dugaan pembohongan publik atas perkembangan mata Novel Baswedan pasca-disiram air keras.

"Laporan Politisi PDIP, Dewi Tanjung yang menyebut penyerangan NB (Novel Baswedan) adalah rekayasa, adalah laporan yang tidak jelas atau ngawur, ini tindakan yang sudah mengarah pada fitnah dan merupakan tindakan diluar nalar dan rasa kemanusiaan," kata Algiffari kepada Okezone, Kamis (7/11/2019).

Menurut Algif, sapaan karib Algihffari, teror air keras yang menimpa Novel Baswedan telah terbukti sebagai fakta hukum. Teror penyerangan terhadap Novel tersebut, kata Alghif, sudah diverifikasi oleh dokter maupun pihak kepolisian.

"Tidak hanya itu, kasus ini juga diselidiki Komnas HAM dan direspon oleh Presiden Jokowi dengan perintah menuntaskan pengungkapan kasus ini, meski sampai 2,5 tahun kasus ini belum berhasil diungkap," tekannya.

 Baca juga: Novel Baswedan Dipolisikan, KPK: Ada Orang Bertindak di Luar Rasa Kemanusiaan

Atas verifikasi serta penyelidikan dari tim dokter, polisi, serta komnas HAM tersebut, Alghif mengatakan bahwa Dewi Tanjung telah menuduh semua pihak. Ia pun memint agar polisi tidak menindaklanjuti laporan tersebut.

"Secara tidak langsung pelapor sebenarnya telah menuduh bahwa kepolisian, Komnas HAM termasuk Presiden tidak bekerja berdasarkan fakta hukum benar. Oleh karena itu, semestinya kepolisian tidak memproses laporan ini lebih lanjut," ucapnya.

 Baca juga: Novel Baswedan Dilaporkan ke Polisi, KPK: Jelas-Jelas Dia Korban

Sekadar informasi, Politikus PDI-P Dewi Ambarwati alias Dewi Tanjung melaporkan penyidik senior KPK, Novel Baswedan ke Polda Metro Jaya pada Rabu, 6 November 2019. Novel Baswedan dipolisikan karena dituding melakukan rekayasa pasca-kasus teror penyiraman air keras.

Novel dituduh melakukan rekayasa atau pembohongan publik terkait penanganan matanya pasca-disiram air keras oleh orang tak dikenal. Tak hanya itu, Dewi juga menduga ada yang janggal dari penanganan hingga peristiwa teror air keras yang menimpa Novel Baswedan.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini