nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Brigadir AM Ditetapkan Jadi Tersangka Penembak Mahasiswa di Kendari

Muhamad Rizky, Jurnalis · Kamis 07 November 2019 14:37 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 07 337 2126915 brigadir-am-ditetapkan-jadi-tersangka-penembak-mahasiswa-di-kendari-cwQ0YfethI.jpg Konferensi pers Polri mengumumkan tersangka penembakan mahasiswa Kendari (Okezone.com/Rizky)

JAKARTA – Polri menetapkan polisi berinisial Brigadir AM sebagai tersangka penembakan mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara, Hilmawan Randi (21). Personel Polres Kendari itu langsung ditahan.

"Untuk Brigadir AM telah ditetapkan sebagai tersangka," kata Kasubdit V Direktorat Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal Umum Polri Komisaris Besar Chuzaini Patoppoi di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Hilmawan Randi gugur diduga usai ditembak polisi saat unjuk rasa bersama para mahasiswa lainnya menolak Undang-Undang KPK serta pengesahan RKUHP dan sejumlah RUU kontroversial lainnya di Gedung DPRD Sulawesi Tenggara, pada 26 September 2019. Randi terkena tembakan di dada.Ilustrasi

Patoppoi mengatakan, penetapan Brigadir AM sebagai tersangka setelah pihaknya melakukan sejumlah pemeriksaan uji balistik terhadap selongsong peluru maupun proyektil peluru yang ditemukan di lokasi.

Baca juga: Tuntut Pengungkapan Kasus Penembakan Mahasiswa, Massa di Kendari Blokir Jalan

Polisi kemudian mencocokkan antara selongsong dan proyektil peluru tersebut terhadap senjata yang dibawa oleh enam anggota Polri saat mengawal unjuk rasa tersebut. Hasilnya ditemukan adanya kemiripan dengan senjata Brigadir AM.

Baca juga: Jokowi Berduka 2 Mahasiswa Kendari Tewas saat Demonstrasi

"Jadi dari enam senjata, satu senjata identik dengan dua proyektil dan dua selongsong. Jadi hasil uji balistik menyimpulkan dua proyektil dan dua selongsong pluru yang dilakukan pemeriksaan uji balistik identik dengan senjata api jenis HS yang diduga digunakan oleh Brigadir AM," ungkapnya.

Dalam kasus ini polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap 25 orang saksi termasuk enam polisi dan dua ahli dokter yang memeriksa Hilmawan Randi.

Polri menjerat Brigadir AM dengan Pasal 351 Ayat 3 dan atau Pasal 359 KUHPidana subsider Pasal 360 Ayat 1 dan Ayat 2.

"Selanjutnya terhadap Birgadir AM yang sudah ditetapkan tersangka segera akan dilakukan penahanan, dan berkas perkara akan segera dilimpahkan ke kejaksaan penuntut umum," tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini