nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Moeldoko Pastikan Jabatan Wakil Panglima Tidak Munculkan Dualisme di TNI

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Kamis 07 November 2019 14:24 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 07 337 2126909 moeldoko-pastikan-jabatan-wakil-panglima-tidak-munculkan-dualisme-di-tni-NHyMzuyDWj.jpg Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko. (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko memastikan jabatan wakil panglima tidak akan memunculkan dualisme di jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI).

"Di tentara enggak ada dualism. Kalau enggak beres, tetap yang salah di bawah. Apalagi kalau tentara dikatakan insubkoordinasi, pidana, dikatakan tidak loyal, mati itu kariernya," kata Moeldoko ketika berada di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (7/11/2019).

Baca juga: TNI Bakal Punya Wakil Panglima 

Panglima TNI periode 2013–2015 ini pun membantah bahwa dihidupkannya kembali jabatan wakil panglima hanya untuk mengakomodasi para perwira tinggi dari tiga matra di TNI yaitu Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.

Presiden Jokowi bersama pasukan TNI. (Foto: Dok Okezone)

"Enggak lah. Apa yang terjadi sekarang sudah melewati kajian waktu zaman saya panglima, bukan kebutuhan praktik," tutur Moeldoko.

Baca juga: Jokowi Hidupkan Kembali Jabatan Wakil Panglima TNI 

Ia menerangkan, jabatan wakil panglima telah diusulkan saat dirinya menjabat panglima TNI saat pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Posisi panglima adalah pengendali operasi. Panglima banyak melihat keluar, banyak kunjungan, banyak mengecek kesiapan pasukan, dan seterusnya, sehingga saya memandang perlu ada wakil panglima," terang Moeldoko.

Menurut dia, jabatan wakil panglima bakal membantu tugas panglima TNI dalam hal teknis hingga pertimbangan organisatoris.

"Kalau ada ini (wakil) tidak perlu lagi, karena panglima dan wakil panglima dalam satu kota. Jadi pertimbangannya sangat teknikal, organisatoris, tidak ada pertimbangan politik," jelas Moeldoko.

Baca juga: Istana Ungkap Alasan Jokowi Hidupkan Kembali Jabatan Wakil Panglima TNI 

Sebelumnya Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 65 Tahun 2019 tentang Susunan Organisasi Tentara Nasional Indonesia. Dalam perpres itu diketahui Presiden Jokowi kembali menghidupkan jabatan wakil panglima TNI.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. (Foto: Puspen TNI)

Adapun jabatan wakil panglima TNI tersebut tertuang dalam Pasal 13 Ayat (1) Perpres 65/2019. "Markas Besar TNI meliputi: a. unsur pimpinan terdiri atas: 1. Panglima; dan 2. Wakil Panglima," demikian isi perpres itu sebagaimana dikutip dari laman resmi Sekretariat Negara.

Baca juga: Jokowi Terbitkan Perpes Wakil Panglima, PKS Pertanyakan Semangat Pangkas Birokrasi 

Jabatan wakil panglima TNI ditujukan kepada perwira tinggi dengan pangkat jenderal atau bintang empat.

Nantinya jabatan wakil panglima merupakan koordinator pembinaan kekuatan TNI guna mewujudkan interoperabilitas atau Tri-Matra Terpadu yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada panglima.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini