Usut Suap Mafia Migas di Pertamina, KPK Periksa Pengusaha Lukman Neska

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 07 November 2019 12:17 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 07 337 2126844 usut-suap-mafia-migas-di-pertamina-kpk-periksa-pengusaha-lukman-neska-1wD1aRv2R3.jpg Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. (Foto: Okezone.com/Arie Dwi Satrio)

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan suap terkait perdagangan minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina Energy Services (PES). KPK mulai melakukan pemeriksaan terhadap saksi untuk mengusut kasus ini.

Adapun, saksi yang dijadwalkan untuk diperiksa hari ini yaitu, Direktur Utama (Dirut) PT Anugrah Pabuaran Regency, Lukman Neska‎. Sedianya, Lukman akan diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Bambang Irianto (BTO).

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka BTO," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkatnya, Kamis (7/11/2019).

Lukman Neska merupakan ‎pemegang saham Siam Group Holding. KPK telah mencegah Lukman Neska untuk bepergian ke luar negeri selama enam bulan kedepan terhitung sejak 2 September 2019 terkait dengan proses penyidikan Bambang Irianto.

Gedung KPK. (Foto: Okezone.com/Arie Dwi Satrio)

Sementara itu, KPK telah melakukan pemeriksaan terhadap B‎ambang Irianto dalam kapasitasnya sebagai tersangka pada 5 November 2019. Saat itu, Bambang Irianto dicecar oleh penyidik KPK soal aliran dugaan suap serta tupoksinya di Petral dan PES.

‎Sejauh ini, KPK baru menetapkan satu tersangka dalam kasus ini yaitu, Bambang Irianto. Ia ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap perdagangan minyak mentah dan produk kilang di Pertamina Energy Services Pte. Ltd (PES) selaku subsidiary company PT. Pertamina (Persero).

Dalam perkara ini, Bambang melalui perusahaan SIAM Group Holding Ltd yang berkedudukan hukum di British Virgin Island diduga menerima suap sekitar USD2,9 juta dari Kernel Oil Ltd selama periode 2010-2013. Suap ini diberikan lantaran membantu Kernel Oil dalam perdagangan minyak mentah dan produk kilang kepada PES.

Atas perbuatannya, Bambang Irianto disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsider Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

(qlh)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini