nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Tembak Mati Anggota Jaringan Narkoba Malaysia-Indonesia

Muhamad Rizky, Jurnalis · Kamis 07 November 2019 10:33 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 07 337 2126792 polisi-tembak-mati-anggota-jaringan-narkoba-malaysia-indonesia-F1uEFWEB48.jpg Ilustrasi TKP penangkapan anggota jaringan narkoba internasional. (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menangkap tiga anggota jaringan narkoba international Indonesia-Malaysia. Dalam penangkapan itu seorang tersangka meninggal dunia setelah ditembak petugas karena berusaha melawan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan ketiga tersangka tersebut berinisial H, E alias Apeng, dan AK.

Baca juga: Waspada BNN Palsu di Bogor, Pura-Pura Menggerebek Lalu Memeras 

"Satu orang berinisial E melakukan perlawanan terhadap petugas sehingga terpaksa dilakukan tindakan tegas dan terukur yang mengakibatkan yang bersangkutan meninggal dunia," kata Dedi kepada Okezone, Kamis (7/11/2019).

Barang bukti narkoba jaringan Malaysia-Indonesia. (Foto: Muhamad Rizky/Okezone)

Ia menjelaskan, kasus ini terungkap setelah adanya informasi dari masyarakat. Petugas kemudian melakukan penyelidikan selama tiga bulan dan menangkap pelaku berinisial H di Jalan Kuantan, Kota Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau.

Baca juga: Simpan Sabu Milik Napi Lapas Muara Sabak Jambi, IRT Ditangkap 

"Kemudian tim melakukan pengembangan dan mengamankan inisial E alias Apeng yang merupakan narapidana di Lapas Tanjung Pinang dan berperan sebagai pengendali dari temannya di luar," ungkap Dedi.

Berdasarkan hasil penyelidikan, petugas kemudian melanjutkan penangkapan terhadap AK, warga negara Malaysia, dan merupakan narapidana di Lapas Tanjung Pinang.

"(AK) berperan mengendalikan jalur masuk dan pendistribusian barang haram tersebut," tambahnya.

Baca juga: Dua Kurir Tertangkap Warga saat Tempelkan Narkoba di Gedung SD 

Adapun dalam pengungkapan kasus ini petugas mengamankan barang bukti berupa narkotika jenis sabu seberat 12,2 kilogram; 220 butir pil ekstasi; dan 550 butir happy five atau 55 strip.

Dedi mengatakan, pengungkapan kasus narkoba jaringan internasional ini bisa dilakukan berkat sinergitas seluruh jajaran.

Baca juga: Modus Baru, Bandar Simpan Sabu dengan Ditenggelamkan di Sungai 

"Kami juga terus melakukan kerja sama internasional dalam pertukaran informasi jaringan lainnya dan akan terus dilakukan analisis serta pengumpulan informasi lain," tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini