nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi Sebut Surya Paloh Lebih Cerah Usai Bertemu PKS, Nasdem: Itu Guyonan

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Kamis 07 November 2019 10:18 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 07 337 2126783 jokowi-sebut-surya-paloh-lebih-cerah-usai-bertemu-pks-nasdem-itu-guyonan-3cgoXo0KZv.jpg Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. (Foto: Dok Okezone/Arif Julianto)

JAKARTA – Presiden Joko Widodo menyebut wajah Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh terlihat lebih cerah usai bertemu Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman. Sindiran itu disampaikan Jokowi saat memberikan sambutan dalam perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-55 Partai Golkar di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu 6 November 2019.

Terkait hal tersebut, Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya menilainya sebagai sebuah guyonan yang biasa terjadi antara partainya dengan Presiden Jokowi. Apalagi, kata dia, Nasdem dengan Jokowi telah lama memiliki hubungan erat.

"Kalau kita sama Pak Jokowi sudah biasa bercanda. Isinya bercandaan terus. Nasdem sama Pak Jokowi bukan hubungan sehari-dua hari ya. Apalagi Pak Surya cukup panjang hubungannya, sudah kayak abang-adik," kata Willy saat berbincang dengan Okezone, Kamis (7/11/2019).

Baca juga: Jokowi Sindir Surya Paloh: Wajahnya Lebih Cerah Habis Bertemu Presiden PKS 

Ia memandang guyonan yang dilontarkan Jokowi saat menyapa Surya Paloh di HUT Golkar menujukkan hubungan keduanya bukan sekadar mitra koalisi politik.

Pertemuan petinggi Nasdem dan PKS. (Foto: Dok Okezone/Sarah Hutagaol)

"Guyonan Pak Jokowi kepada Pak Surya itu adalah ekspresi hubungan mereka di atas rata-rata atau di atas normal. Ya kalau gitu sudah bisa bercanda seperti itu. Guyonan itu hal yang di atas sehat," ucap Willy.

"Ini suatu hal, kalau enggak ada gimik-gimik gitu ya politik kita hambar saja, dan ini adalah suatu bagian dari proses yang mencairkan politik kita," tambahnya.

Baca juga: Soal Sindiran ke Surya Paloh, PDIP: Itu Gocekan Khas ala Jokowi 

Selain itu, Willy menyambut baik sikap Jokowi yang sudah mulai membuat "politik pantun" ataupun "guyonan" untuk mencairkan suasana.

"Kalau politik kita isinya pantun, guyon, dan itu adalah suatu tradisi yang jauh lebih baik atau sehat, karena mampu merespons satu sama lain. Artinya kan enggak sehat kalau sesuatu kemudian diam-diaman. Itu lebih enggak sehat," jelasnya.

Sebelumnya dalam acara HUT ke-55 Partai Golkar, Presiden Jokowi menyindir Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh karena melakukan pertemuan dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman di Kantor DPP PKS, Jakarta Selatan, pada Rabu 30 Oktober 2019.

Baca juga: Disindir Jokowi, Surya Paloh Tetap Gembira 

"Yang saya hormati Ketua Umum Nasdem Surya Paloh yang (wajahnya) lebih cerah dari biasanya sehabis pertemuan Beliau dengan Pak Sohibul Iman, presiden PKS," kata Jokowi.

Presiden Jokowi di HUT ke-55 Golkar. (Foto: Dok Okezone/Fakhrizal Fakhri)

Selain itu, Jokowi mengatakan Surya Paloh dan Sohibul Iman tampak berangkulan "mesra" saat bertemu.

Baca juga: PDIP Sudah Terima Undangan Kongres Partai Nasdem 

"Saya tidak tahu maksudnya apa, tapi saya tidak pernah dirangkul seperti itu," ucap Jokowi yang membuat para undangan tertawa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini