Novel Baswedan Dipolisikan soal Rekayasa Teror Air Keras

Puteranegara Batubara, Okezone · Rabu 06 November 2019 19:29 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 06 337 2126611 novel-baswedan-dipolisikan-soal-rekayasa-teror-air-keras-5PIpAOMu06.jpg Novel Baswedan (Foto: Ist)

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dipolisikan ke Polda Metro Jaya oleh Dewi Ambarwati alias Dewi Tanjung. Novel disebut kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu melakukan rekayasa pasca-kasus dugaan penyiraman air keras. Novel dianggap melakukan kebohongan publik terkait penanganan matanya itu. 

"Saya melaporkan Novel Baswedan penyidik KPK terkait dugaan rekayasa kasus penyiraman air keras," kata Dewi kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Dewi menyebut ada hal yang janggal dari penanganan mata Novel pasca-penyiraman air keras tersebut. "Ada beberapa hal yang janggal dari semua hal yang dialami dari rekaman CCTV dia dari bentuk luka, dari perban, kepala yang diperban tapi tiba-tiba mata yang buta gitukan," sambungnya.

Baca Juga: TGPF Duga Ada 6 Kasus Berkaitan dengan Penyiraman Novel Baswedan 

Novel Baswedan

Dewi mengatakan, dirinya lulusan seni dan menduga ada rekayasa-rekayasa yang dilakukan Novel. Bahkan, dia mengklaim rekayasa itu sudah dimulai dari peristiwa penyiraman air keras.

"Saya orang seni, saya juga biasa beradegan. Orang kalau sakit itu tersiram air panas reaksinya tidak berdiri tapi akan terduduk jatuh terguling-guling itu yang saya pelajari dan tidak ada disitu reaksi dia membawa air untuk disiramkan," klaim Dewi.

Dewi memaparkan seharusnya Novel menyiramkan air mineral usai disiram air keras untuk menetralisir air keras itu, namun Novel tidak melakukan hal itu. Dia juga mencurigai luka yang diterima Novel.

Menurutnya, seharusnya kulit Novel juga ikut terluka tidak hanya matanya saja. Saat berada di rumah sakit dia juga curiga karena mata Novel tidak diperban hanya wajahnya saja. Namun pada akhirnya mata Novel yang rusak bukan wajahnya.

"Faktanya kulit Novel kan nggak apa-apa, hanya matanya. Yang lucunya kenapa hanya matanya sedangkan kelopaknya, ininya semua tidak (rusak)," kata Dewi.

Baca Juga: Kapolri Sambangi KPK, Lemkapi Optimis Kasus Novel Bisa Terungkap

Dewi mengandaikan luka Novel dengan ekstensi mata yang kerap dilakukan oleh wanita-wanita. Menurutnya, jika seseorang melakukan ekstensi mata maka bulu mata orang tersebut akan ikut rontok karena kelopak mata sensitif. Dia menyebut Novel yang disiram dengan air keras tidak mengalami kerusakan pada kulitnya termasuk kelopak matanya.

Selain itu, dia meragukan hasil rekam medis Novel. Dia meminta tim dokter independen dari Indonesia ikut mengecek Novel. Dia juga berharap polisi segera menyelidiki kebenaran kasus tersebut.

"Saya ingin kebenaran aja, keyakinan saya ingin buka fakta kebenaran dan ini semua demi kebaikan rakyat," kata Dewi.

Dia membawa bukti berupa rekaman video Novel saat berada di rumah sakit di Singapura, rekaman kejadian penyiraman, rekaman saat Novel keluar dari rumah sakit hingga foto-foto Novel yang diperban dibagian kepala dan hidung.

Dewi melaporkan Novel dengan Pasal tentang penyebaran berita bohong melalui media elektronik. Laporan polisi itu tertuang pada nomor LP/7171/XI/2019/PMJ/Dit. Krimsus.

Pelapor dalam hal ini Dewi sendiri dan terlapor Novel Baswedan. Pasal yang dikenakan yakni Pasal 26 Ayat (2) juncto Pasal 45 A Ayat (2) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 14 A Ayat (1) UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini