nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

IPW Prediksi 4 Nama Jenderal Polri Masuk Radar Jadi Kabareskrim

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Rabu 06 November 2019 15:21 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 06 337 2126483 ipw-prediksi-4-nama-jenderal-polri-masuk-radar-jadi-kabareskrim-U54yVZ07Ty.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Posisi Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri saat ini menjadi perbincangan menarik di publik ataupun internal Korps Bhayangkara. Mengingat, jabatan Jenderal Polisi bintang tiga itu kosong usai ditinggal Jenderal Idham Azis yang resmi menjadi Kapolri.

Indonesia Police Watch (IPW) memprediksi setidaknya ada empat Jenderal Polisi aktif yang digadang-gadang akan menempati posisi bergengsi di Polri tersebut.

"Ada empat nama yang menjadi calon kuat Kabareskrim. Mereka adalah Kadiv Propam Irjen Sigit, Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Edi, Deputi Operasi Polri Irjen Sormin, dan Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto," kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane kepada Okezone, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Baca Juga: Kapolri Akan Tunjuk Kabareskrim Dalam Waktu Dekat

Neta memaparkan, keempat jenderal itu merupakan figur-figur yang memiliki prestasi masing-masing di tempat tugasnya. Namun, IPW tetap tak ingin mendahului keputusan prerogatif dari Kapolri mengenai penunjukan tersebut.

Namun dalam memilih Kabareskrim yang baru, IPW berharap, Kapolri melihat beberapa aspek. Setidaknya, ada empat aspek yang perlu diperhatikan dalam memilih Kabareskrim yang baru. Pertama, aspek senioritas. Kedua, mencermati dinamika internal.

"Ketiga, figur calon mempunyai pengalaman yang mumpuni di bidang reserse. Keempat, faktor kedekatan dengan ulama," ujar Neta.

Neta S Pane (Foto: Okezone)

Menurut Neta, faktor kedekatan dengan ulama menjadi penting. Sebab, ulama masih dipandang sebagai panutan oleh masyarakat di negeri ini. Situasi ini tentunya bisa bersinergi dalam menjaga stabilitas Kamtibmas.

Selain itu adanya isu radikalisme dan dampak ketegangan di era Pilpres 2019 bisa diminimalisasi. Setidaknya, adanya isu kriminalisasi terhadap ulama di sepanjang Pilpres 2019 bisa dinetralisir dan dituntaskan dengan pendekatan pendekatan kemitraan.

"IPW berharap figur senior yang menjadi Kabareskrim bisa menyelesaikan dan menuntaskan perkara yang ditinggalkan Idham Azis. Dengan demikian Kabareskrim tersebut bisa membantu tugas tugas Kapolri yang baru dalam menjaga stabilitas keamanan maupun dalam melakukan penegakan hukum," papar Neta.

Disisi lain, Neta menekankan, siapapun sosok Kabareskrim nantinya, pengusutan kasus penyiraman air keras Novel Baswedan harus mampu diungkap dan diusut.

"Yang terpenting tugas Kabareskrim yang baru harus bisa menuntaskan kasus Novel Baswedan, sehingga Polri maupun Kapolri yang baru tidak terus menerus tersandera kasus penyiraman air keras itu," tutup Neta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini