Sofyan Basir Divonis Bebas, KPK: Ada Bukti-Bukti yang Belum Dipertimbangkan Hakim

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 06 November 2019 09:20 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 06 337 2126292 sofyan-basir-divonis-bebas-kpk-ada-bukti-bukti-yang-belum-dipertimbangkan-hakim-jDPS2VuLc2.jpg Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berpandangan bahwa Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta belum mempertimbangkan poin-poin krusial dalam menjatuhkan vonis bebas untuk mantan direktur utama PT PLN, Sofyan Basir. Poin tersebut yakni pengetahuan Sofyan Basir soal kongkalikong suap kesepakatan kontrak kerja sama proyek PLTU Riau-1.

"Kami, KPK, juga sudah mulai mengidentifikasi ada beberapa poin yang cukup krusial yang belum dipertimbangkan oleh majelis hakim di tingkat pertama ini. Misalnya yang cukup krusial adalah terkait dengan pertanyaan apakah terdakwa Sofyan Basir mengetahui atau tidak mengetahui adanya peran suap yang diterima oleh Eni sejumlah sekitar Rp4,7 miliar bersama dengan pihak lain dari Johannes Kotjo," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Rabu (6/11/2019).

Baca juga: Sofyan Basir Bebas, Mahfud MD: Ya Enggak Apa-Apa

Ia membeberkan bahwa majelis hakim belum mempertimbangkan kesaksian Sofyan Basir pada persidangan sebelumnya untuk terdakwa Eni Maulani Saragih. Dalam persidangan itu, Sofyan Basir mengetahui Eni diutus partainya mencari dana untuk kegiatan munaslub.

Sofyan Basir meninggalkan Rutan KPK. (Foto: Dok Okezone/Heru Haryono)

"Ada bukti-bukti yang kami pandang, kami lihat, itu belum dipertimbangkan oleh hakim, karena sebenarnya pada persidangan sebelumnya dengan terdakwa Eni, Sofyan Basir pernah menyampaikan keterangan sebagai saksi sebelumnya yang bersangkutan pernah diinformasikan atau mengetahui terkait dengan adanya kepentingan Eni yang diutus oleh partainya untuk mencari pendanaan kegiatan parpol," beber Febri.

Baca juga: Sofyan Basir Bebas, Istana: Kita Hormati KPK jika Mau Kasasi 

Tidak hanya itu, kata dia, KPK menilai majelis hakim tak mempertimbangkan pengakuan Eni Maulani Saragih yang menyatakan Sofyan Basir mengetahui adanya dugaan suap kesepakatan kontrak kerja sama proyek PLTU Riau-1. Oleh karena itu, sejumlah poin tersebut nanti dijadikan bahan oleh KPK untuk mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

"Poin ini akan kami jelaskan lebih lanjut pada rumusan memberi kasasi ke MA. Kami harap nanti di MA akan ada pertimbangan yang jauh lebih komprehensif dan substansial agar kita benar-benar bisa menemukan kebenaran materiil dalam perkara ini," ujar Febri.

Sebagaimana diketahui, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta memvonis bebas mantan dirut PT PLN, Sofyan Basir, dari segala dakwaan jaksa terkait perkara dugaan suap kesepakatan kontrak kerja sama proyek PLTU Riau-1.

Baca juga: Sofyan Basir Divonis Bebas, KPK 3 Kali Kalah di Pengadilan Tipikor 

Dalam amar putusannya, hakim menyatakan Sofyan Basir tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan jaksa penuntut umum dalam dakwaan pertama dan kedua. Hakim pun membebaskan Sofyan Basir dari segala dakwaan jaksa.

Menurut hakim, Sofyan Basir tidak terbukti memfasilitas atau membantu dalam perkara kesepakatan kontrak kerja sama proyek pembangunan PLTU Riau-1 yang menyeret mantan menteri sosial, Idrus Marham; mantan anggota DPR, Eni Maulani Saragih; dan ‎pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johanes Kotjo.

Baca juga: 5 Pimpinan KPK Sudah Bertemu Bahas Upaya Hukum Vonis Bebas Sofyan Basir 

Hakim juga menyatakan Sofyan Basir tidak terbukti melanggar Pasal 12 a atau Pasal 11 juncto Pasal 15 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 juncto Pasal 56 ke-2 KUHP.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini