nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Kasus Kekerasan Orangtua pada Anak yang Berujung Kematian

Rabu 06 November 2019 03:04 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 06 337 2126230 5-kasus-kekerasan-orangtua-pada-anak-yang-berujung-kematian-V2xWJsjdSe.jpg ilustrasi

JAKARTA — Kasus kekerasan pada anak semakin sering terjadi di Indonesia. Banyak motif yang melatarbelakangi kejadian tersebut. Pelaku kekerasan bukan hanya dari orang yang tidak dikenal, tapi pelaku bahkan orangtua kandung.

Orangtua yang semestinya menjadi pelindung bagi anak justru menjadi ancaman besar bagi keselamatan anak tersebut. Namun, apa jadinya bila orang tua yang dijadikan anutan bahkan dengan tega menghabisi nyawa anak mereka sendiri.

Ilustrasi Shutterstock

Berikut Okezone paparkan deretan kasus terkait pembunuhan yang dilakukan oleh orangtua terhadap anak mereka:

1. Bayi Dimasukkan ke Dalam Mesin Cuci

Kejadian berawal saat warga Jalan Telaga Kelurahan 30 Ilir, kecamatan Ilir Barat, Palembang digegerkan dengan penemuan bayi di mesin cuci dalam keadaan lemas dan luka pada Senin 4 November 2019. Tidak lama setelah dibawa ke rumah sakit bayi itu meninggal dunia karena luka lecet di leher dan bawah hidung .

Diketahui bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut baru satu hari dilahirkan. Diduga bayi itu sengaja dimasukkan ke mesin cuci oleh ibu kandungnya sendiri. Teman pelaku yang sama-sama asisten rumah tangga mendengar tangisan bayi tersebut dari mesin cuci. Tak lama teman dan majikan pelaku membawa bayi tersebut ke rumah sakit Bhayangkara Palembang namun, nyawa bayi tersebut tidak dapat diselamatkan.

2. Ibu Muda Cekoki Anaknya Air Minum hingga Tewas

Seorang ibu muda berinisial NP (21) ditetapkan tersangka lantaran membunuh anaknya yang masih berusia 2 tahun di kediamannya di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada Jumat 18 Oktober 2019.

Kapolsek Kebon Jeruk, AKP Erick Sitepu menyebutkan, NP membunuh dengan cara memberi air minum dari galon secara berlebih kepada anaknya sehingga mengakibatkan kelebihan cairan. Pelaku sempat meminta tolong tetangganya untuk mengantarkan anaknya yang kejang-kejang ke klinik.

NP sempat tidak mengakui perbuatannya namun, setelah ada alat bukti baru ia mengakui perbuatannnya. Akibat perbuatanya, kini pelaku kita jerat dengan pasal 80 (4) UU RI No 35 Tahun 2014 atau pasal 338 dan atau pasal 351 (3) KUHP.

Ilustrasi Shutterstock

Baca Juga : Ayah Cabuli Anak Tirinya Berkali-kali hingga Alami Trauma

3. Seorang Ibu Tega Bunuh Anak Kembarnya

Seorang ibu berinisial DRA tega menghabisi dua anak kembarnya yang baru berusia 5 tahun.Berdasarkan pengakuan tersangka, ia nekat melakukan pembunuhan itu karena rasa benci dan dendam kepada suami yang kadang sering menganiayanya. Di sebuah kos, di bilangan Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur Sabtu 14 September 2019.

Selain itu tersangka mengaku sang suami tidak pernah memperhatikan kebutuhan hidupnya, termasuk kebutuhan ibu dan anak perempuan tersebut. Setelah melakukan pembunuhan DRA melakukan upaya bunuh diri dengan menusuk perut dan lehernya sendiri. Namun, saat aparat tiba beruntung sang ibu masih bisa diselamatkan.

4. Ayah Tiri Lempar Bayinya ke Tembok

Polisi menetapkan Roni Andriawan (39) sebagai tersangka kasus penganiayaan terhadap bayi 15 bulan hingga tewas. Tersangka yang merupakan ayah tiri korban yang diminta untuk menjaga anak tersebut. Kejadian ini terjadi di Kampung Ceper RT 03 RW 02, Desa Sukasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin, 26 Agustus 2019, sekitar pukul 16.00 WIB.

Tersangka melakukan perbuatannya dengan melempar tubuh balita mungil tersebut ke tembok sebanyak 3 kali. Karena bayi tersebut terus-terusan rewel dan menangis. Wito menjelaskan, tersangka sempat tak mau mengakui perbuatannya dan memberikan keterangan berbelit-belit kepada penyidik. Namun, hasil autopsi menunjukkan ada luka-luka di kepala korban yang disebabkan benda tumpul.

5. Ayah Bunuh Anaknya yang Masih 2 Tahun

Kasus ini diketahui berawal pada Kamis 27 Juni 2019 sekitar pukul 00.44 Wib, anggota piket Polsek Kapuas menerima laporan dari masyarakat yang memberitahukan bahwa ada orang yang terganggu kejiwaannya di sebuah rumah di Jalan Cempaka, Gang Bogor, Kelurahan Ilir Kota, Kecamatan Kapuas.

Kemudian anggota piket mendatangi lokasi dari luar orang berteriak secara tidak jelas. Selanjutnya anggota Polsek Kapuas beserta dengan warga setempat berupaya melakukan negosiasi. Namun, upaya itu tidak dihiraukan pelaku. Dia justru kembali berteriak sambil memukul anaknya.

Petugas berhasil mengamankan pelaku dan dua orang anaknya. Kemudian membawa pelaku yang sempat diamuk warga beserta anaknya ke Rumah Sakit MTh. Djaman Sanggau. Namun, nyawa anak korban yang mendapat pukulan itu tidak dapat diselamatkan.

(Debrinata Rizky - Magang Okezone)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini