Susunan Kabinet Indonesia Maju Dinilai Gebrakan untuk Persatuan

Achmad Fardiansyah , Okezone · Selasa 05 November 2019 20:55 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 05 337 2126178 susunan-kabinet-indonesia-maju-dinilai-gebrakan-untuk-persatuan-ffroUCpNo2.jpg Kabinet Indonesia Maju (foto: Okezone.com)

JAKARTA - Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) Jakarta Raya menegaskan, penyusunan Kabinet Indonesia Maju dianggap menciptakan gebrakan untuk persatuan.

Ketua Umum GPMI Jakarta Raya, Syarief Hidayatulloh mengaku kagum terhadap yang ditunjukkan oleh elit demi bangsa dan negara. Sehingga tidak ada polarisasi di lingkungan masyarakat yang selama ini terjadi.

"Saya bersyukur di lapangan sudah mulai mencair. Sudah tidak ada lagi Cebong dan Kampret," katanya kepada wartawan, Selasa (5/11/2019).

 Baca juga: Fadli Zon: Saya yang Mengusulkan Pak Prabowo Jadi Menhan

Syarif meminta, dengan terciptanya kondisi saat ini diperlukan komitmen bersama sehingga persatuan di NKRI ini pasca proses demokrasi yang berlangsung dengan aman dan damai meskipun ada kerikil-kerikil kecil.

"Kita harus kedepankan persatuan NKRI ini. Sudahi masa Pemilu, cebong dan kampret diam dulu. Saya yakin Jokowi mampu membawa Indonesia lebih baik," ucapnya.

Sementara itu, Koordinator Mubaligh 01 Gus Sholeh berpesan kepada para pendukung baik 01 dan 02 untuk bisa mengikuti para elit yang sudah rukun.

 Baca juga: Mensesneg: Presiden Belum Putuskan Penambahan Kursi Wakil Menteri

"Kita sudahi cebong dan kampret, mari kita doakan para pemimpin kita. Ini semua berjalan karena hidayah Allah, mari jata persatuan dan stop nyinyir dan kerja nyata," ungkapnya.

Hal senada yang diungkapkan Ketua Dewan Pertimbangan Nasional Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI), Eggi Sudjana menyebutkan bahwa masuknya Prabowo ke kabinet Indonesia Maju bagaimanapun juga telah membawa misi persatuan yang patut diapresiasi.

"Saya mendukung hal itu karena untuk bangsa ini. Situasi sudah terjadi niatnya baik dan kita ikhlas atas Prabowo yang masuk jajaran kabinet. Jangan sampai pecah belah, kita berharap proses hidayah Allah terus ada," tutupnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini