nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Banten Jadi Provinsi dengan Jumlah Pengangguran Terbanyak di Indonesia

Rasyid Ridho , Jurnalis · Selasa 05 November 2019 23:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 05 337 2126160 banten-jadi-provinsi-dengan-jumlah-pengangguran-terbanyak-di-indonesia-N1dIgLkVT1.jpg Ilustrasi

SERANG - Provinsi Banten menduduki peringkat pertama jumlah pengangguran terbanyak se-Indonesia. Jumlah tersebut berdasarkan data keadaan ketenagakerjaan di tanah jawara dari Badan Pusat Statistik (BPS).

BPS mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Banten pada Agustus 2019 adalah sebesar 8,11 persen dari jumlah penduduk yakni 9,3 juta. Angka tersebut juga lebih tinggi dari angka nasional sebesar 5,28 persen.

Setelah Banten, Provinsi Jawa Barat menduduki peringkat kedua jumlah pengangguran terbanyak sebesar 7,99 persen dan Maluku sebesar 7,08 persen. Sedangkan Provinsi Bali menjadi daerah paling rendah angka pengangguran di Indonesia sebesar 1,52 persen.

Ilustrasi

"Jadi ternyata (Banten) kurang canggih dari provinsi lain karena kita terbesar se Indonesia dari 34 provinsi. Kita nomor 1 Pengangguran masih lebih tinggi dari angka nasional kedua Jawa Barat," kata Adhi saat konferensi pers di kantor BPS Banten, Selasa (5/11/2019).

Dijelaskan Adhi, penyebab angka pengangguran masih tinggi karena lesunya industri diperparah adanya pencabutan pekerja outsorcing perusahaan Krakatau Steal di Cilegon dan tutupnya dua industri di Tangerang Selatan.

"Lalu kita akui bahwa selama triwulan Februari sampai September masih terjadi kemarau panjang sehingga para petani kita mereka terpaksa menganggur karena kondisi tidak bisa menanam," jelasnya.

Berdasarkan status pekerjaan, sebagain besar penduduk Banten bekerja sebagai buruh atau karyawan sebanyak 3,12 juta. Jumlah pekerja formal di Banten lebih tinggi dibanding pekerja informal. Persentase pekerja formal 58,74 persen.

"Lapangan usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja sektor industri 24,09 persen dan sektor perdagangan 20,91 persen," kata Dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini