nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Soal Polemik Cadar & Celana Cingkrang, Ini Kata Gubernur Lemhannas

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Selasa 05 November 2019 21:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 05 337 2126123 soal-polemik-cadar-celana-cingkrang-ini-kata-gubernur-lemhannas-xOtlc500RK.jpg Foto: Okezone.com

JAKARTA - Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Letjen TNI AD (Purn) Agus Widjojo menanggapi polemik cadar dan celana "cingkrang" yang dilarang di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Menurut Agus, dalam kebijakan tersebut dinilai sangat sulit untuk diterapkan secara maksimal. Pasalnya hal itu meliputi selera berpakaian

"Polemik (menggunakan cadar dan celana cingkrang) sulit ditekan sampai nol, karena kebijakan itu merupakan pilihan," kata Agus di Kantor Lemhannas, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (5/11/2019).

 Baca juga: MUI Jabar Menilai Rencana Larangan Cadar dan Celana Cingkrang Terburu-buru

Namun, Agus menyakini jika ada kebijakan yang dianggap terlalu tegas ataupun sebaliknya, maka kebijakan tersebut akan didiskusikan kembali sehingga mendapatkan solusi yang terbaik.

"Tapi saya percaya, bahwa kebijakan apapun kalau misalnya terlalu tinggi atau rendah, terlalu kiri atau kanan setelah mendapatkan masukan-masukan dan tanggapan- tanggapan dari institusi yang berwenang, maka dia akan bergerak ke tengah sebagai sebuah kebijakan publik yang bisa kita sepakati semua," sambungnya.

 Baca juga: Wamenag Sebut Larangan Cadar-Celana Cingkrang Hanya di Lingkungan Kemenag

Saat ditanya, polemik penggunaan cadar dan celana cingkrang selalu dihubungkan dengan "terpapar faham radikalisme". Agus menegaskan, hal itu tidak serta merta harus dihubungkan secara langsung.

"Kita lihat dari berbagai sisi pertama adalah bahwa tentu ada pertimbangan-pertimbangan dan tujuan tertentu untuk dilihat dari satu sisi. dari sisi lain mungkin dari sisi isi dari ajaran ajaran Alquran itu bisa dipandang dari sisi yang berbeda, tentunya kita ada titik temu untuk mencari kesepakatan bersama," ujarnya.

Dengan adanya berbagai pendekatan, dirinya menyakini pada titik temu tersebut akan ditemukan setelah mengadakan komunikasi.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini