Program Pembangunan Jokowi Dapat Dukungan Penuh dari Jepang

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Selasa 05 November 2019 07:45 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 05 337 2125800 program-pembangunan-jokowi-dapat-dukungan-penuh-dari-jepang-B2dFpDOMjh.jpg Presiden Joko Widodo. (Foto: @KemensetnegRI)

JAKARTA – Pemerintah Jepang menyatakan bakal memberikan dukungan penuh terhadap program prioritas pembangunan Presiden Joko Widodo di periode kedua kepemimpinan. Hal ini sebagaimana disampaikan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Jokowi di sela-sela KTT ke-35 ASEAN yang dihelat di Impact Exhibition and Convention Center, Bangkok, Thailand, pada Senin 4 November 2019.

Di awal pertemuan, Jokowi menjelaskan bahwa dalam lima tahun ke depan Indonesia memiliki beberapa prioritas pembangunan, yaitu sumber daya manusia, keberlanjutan pembangunan infrastruktur, penyederhanaan regulasi, dan reformasi kelembagaan.

Baca juga: KTT Ke-14 Asia Timur, Jokowi: RI Tolak Limbah Beracun dari Luar Negeri 

"Dalam pertemuan ini saya ingin fokus pada dua isu yaitu kerja sama infrastruktur dan peningkatan kualitas sumber daya manusia," ucap Kepala Negara.

KTT Ke-35 ASEAN di Bangkok, Thailand. (Foto: Twitter @KemensetnegRI)

PM Abe menyambut baik program prioritas pembangunan Jokowi itu. Abe mengatakan Pemerintah Jepang akan melakukan kerja sama dengan Indonesia di bidang SDM.

"Jepang tentunya ingin bekerja sama di bidang yang merupakan prioritas utama, terutama pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia," ucap Abe.

Baca juga: Dorong SDGs, Jokowi Tegaskan Indonesia Siap Berkontribusi untuk ASEAN 

Jokowi menerangkan bahwa Indonesia-Jepang sudah memiliki banyak kerja sama di bidang infrastruktur, di antaranya proyek MRT Jakarta, Kereta Cepat Jakarta–Surabaya, dan Pelabuhan Patimban.

"Ke depan, saya juga ingin mendorong peningkatan penggunaan konten lokal dan juga alih teknologi dalam kerja sama infrastruktur kita," tutur Jokowi.

Kemudian, lanjut dia, pembangunan infrastruktur harus dapat menghubungkan sentra ekonomi di wilayah pinggiran. Maka itu, Jokowi mendorong kerja sama realisasi pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di Natuna, termasuk di beberapa pulau terluar lainnya.

Mengenai kerja sama pembangunan SDM, Jokowi mengundang Jepang untuk meningkatkan kerja sama di bidang vokasi dan internship.

Baca juga: Di KTT ASEAN-RRT, Jokowi Puji Perdamaian serta Stabilitas Kawasan 

"Saya mengundang Jepang untuk meningkatkan kerja sama vokasi dan internship, termasuk melalui program kewirausahaan berbasis teknologi, ekonomi kreatif, dan digital," tutur Jokowi.

Hal lain yang dibahas kedua pemimpin adalah mengenai integrasi ekonomi. Mereka juga memiliki harapan sama agar regional comprehensive economic partnership (RCEP) dapat ditandatangani pada 2020.

Baca juga: Jokowi Kenalkan Istilah 'Manipulator Agama', Apa Itu? 

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Staf Khusus Presiden Fadjroel Rahman, dan Duta Besar Indonesia untuk Thailand Ahmad Rusdi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini