Menanti Gebrakan Iwan Bule Memberantas Mafia Sepakbola Indonesia

Hantoro, Okezone · Selasa 05 November 2019 07:22 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 05 337 2125796 menanti-gebrakan-iwan-bule-memberantas-mafia-sepakbola-indonesia-WWDpoZMCwu.jpg Komjen Mochamad Iriawan atau Iwan Bule (tengah) resmi terpilih menjadi ketua umum PSSI periode 2019-2023. (Foto: @iriawan84)

Ketum PSSI Iwan Bule Komitmen Berantas Mafia Bola

Pemberantasan jaringan mafia bola ini terus menggema, terlebih setelah terpilihnya Komisaris Jenderal Polisi Mochamad Iriawan alias Iwan Bule sebagai ketua umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) periode 2019–2023, dalam kongres luar biasa yang berlangsung di Hotel Shangri-La Jakarta pada Sabtu 2 November.

Ia memenangkan pemilihan ketum PSSI setelah meraih 82 suara dari 85 pemilih. Sementara 3 suara lainnya dinyatakan tidak sah. Dijelaskan, Iwan Bule berhak menduduki kursi pemimpin organisasi tertinggi sepakbola Tanah Air itu meski masih aktif menjadi pejabat tinggi Polri. Dia juga terpilih melalui prosedur sebagaimana mestinya.

Baca juga: Tidak Terima Putusan Hakim, Joko Driyono Ajukan Banding 

Kongres Luar Biasa PSSI 2019. (Foto: Dok Okezone)

Usai terpilih, Iwan Bule menegaskan salah satu fokus kerjanya adalah pemberantasan kasus pengaturan skor pertandingan sepakbola Indonesia. Ia menyatakan siap bekerja sama dengan pihak kepolisian, terutama Satgas Antimafia Bola, untuk menumpas praktik-praktik terlarang itu.

"Saya komit seperti yang saya sampaikan sebelumnya (untuk memberantas mafia bola). Nanti jika memang terbukti akan saya dorong ke pihak kepolisian. Tinggal atur saja (kerja sama dengan kepolisian) begitu juga dengan Kemenpora. Nanti Satgas Antimafia Bola akan memberi tahu kami untuk nanti diselesaikan. Evaluasi pasti ada itu," ujar Iwan Bule, Sabtu 2 November 2019.

Baca juga: Joko Driyono Divonis 1 Tahun 6 Bulan Penjara 

Kongres Luar Biasa PSSI 2019. (Foto: Dok Okezone)

Kemudian ia menyoroti anggota Exco PSSI yang rangkap jabatan di klub. Iwan menyarankan untuk mengundurkan diri. Namun jika ditemui kasus salah satu klub yang ada Exco di dalamnya mendapat keuntungan, maka akan dilakukan evaluasi.

"Itu sulit. Exco itu dipilih oleh kita juga, sehingga tidak bisa kita intervensi, karena sebelumnya juga ada. Tinggal pengawasan kita kepada mereka. Jadi, pertandingan harus fair. Jangan sampai ada yang menguntungkan salah satu klub. Sementara belum berpikir ke sana (meminta Exco mundur dari klub). Tapi jika ada indikasi salah satu klub diuntungkan akan kita evaluasi," jelasnya.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini