nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Setuju dengan Survei LSI soal Intoleransi dan Kebebasan, YLBHI: Sesuai Data Kami

Muhamad Rizky, Jurnalis · Selasa 05 November 2019 07:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 05 337 2125787 setuju-dengan-survei-lsi-soal-intoleransi-dan-kebebasan-ylbhi-sesuai-data-kami-aAWkM5AC7h.jpg Ketua Bidang Advokasi YLBHI, Isnur. (Foto : Okezone.com)

JAKARTA – Ketua Bidang Advokasi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia YLBHI, Muhammad Isnur, menyatakan hasil Lembaga Survei Indonesia yang menyebut ada kecenderungan kebebasan sipil di era kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo semakin memburuk sesuai dengan data YLBHI.

"Iya itu sesuai dengan laporan dari YLBHI. Sesuai dengan pengaduan dan pemantauan yang YLBHI dan 16 LBH lakukan," kata Isnur kepada Okezone, Selasa (5/11/2019).

Isnur menyatakan, sepanjang 2019 YLBHI mendapatkan pengaduan pemantauan dari LBH tentang pelanggaran terhadap kebebasan berpendapat di muka umum yang terjadi di Indonesia.

"Kami mencatat, setidaknya terdapat 78 kasus pelanggaran dan hal tersebut hanyalah data yang muncul di permukaan serta tercatat dalam database," ungkapnya.

Dari 78 kasus mayor tersebut, YLBHI juga mencatat berkaitan dengan sebaran kasus, aktor pelanggar serta pola pelanggaran yang dilakukan.

"Dalam hal aktor maupun pola pelanggaran, bisa dan memang lebih hampir selalu terjadi lebih dari satu pelanggaran hak asasi manusia. Hal tersebut semakin meyakinkan, pada dasarnya hak asasi manusia pada hakikatnya ialah saling terhubung. Begitu pula aktor pelanggar, dalam banyak kasus pelakunya lebif dari satu institusi kelompok orang ," tuturnya.

LSI merilis hasil survei tentang modal dan tantangan kebebasan sipil, intoleransi dan demokrasi di awal periode kedua pemerintahan Jokowi. (Foto : Okezone.com/Fahreza Rizky)

Diketahui sebelumnya, LSI merilis hasil survei tentang modal dan tantangan kebebasan sipil, intoleransi, dan demokrasi di awal periode kedua pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Ditemukan ada kecenderungan memburuknya kebebasan sipil.

Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan mengatakan, publik yang menganggap bahwa sekarang masyarakat takut bicara politik semakin banyak, yakni 43%. Jumlah ini meningkat tajam dibanding 2014 yang hanya 17%.


Baca Juga : Survei LSI Ungkap Kebebasan Sipil Memburuk, PKS: Pemerintah Gagap dengan Demokrasi

"Mereka yang menyatakan sekarang warga takut karena penangkapan semena-mena oleh aparat hukum juga naik, dari 24% pada 2014 menjadi 38%," kata Djayadi saat jumpa pers di Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (3/11/2019).


Baca Juga :  LSI Sebut Masyarakat Khawatir Bicara Politik, Nasdem: Faktanya Bebas Kok

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini