Polemik Lem Aibon Rp82,8 Miliar, Ketua KPK: Pasti Ada Kesalahan Input

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 04 November 2019 14:23 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 04 337 2125496 polemik-lem-aibon-rp82-8-miliar-ketua-kpk-pasti-ada-kesalahan-input-BTfrY7cqiM.jpg Ketua KPK, Agus Rahardjo. (Foto: Okezone.com/Heru Haryono)

JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo angkat bicara soal polemik anggaran pengadaan lem Aibon senilai Rp82,8 miliar dalam Rencana Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran (KUA-PPAS) 2020 yang diajukan oleh Disdik DKI Jakarta.

Agus meyakini ada kesalahan dalam input anggaran pengadaan lem Aibon di dalam sistem e-budgeting. Sebab, sistem e-budgeting yang kini diterapkan oleh Pemprov DKI transparan ketika akan melakukan pengadaan barang atau jasa.

"Sebetulnya e-budgeting itu kan apa yang mau dicapai tiap tahun, itu kemudian diterjemahkan melalui budget. Memang detail, memang sampai beli alat tulis, tapi kemudian kan enggak seperti itu, masak beli lem Aibon sampe sebesar itu. Pasti pasti itu ada kesalahan (input)," kata Agus di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (4/11/2019).

Agus Rahardjo.

‎Menurut Agus, untuk menginput data di e-budgeting, harus melalu‎i e-planning terlebih dahulu. "E-budgeting itu kan tidak bisa tiba-tiba ya, ini kan harus dimulai e-planning dulu, kalau kita sudah tahu e-planning kan pertama visi misi diterjemahkan di e-planning, jadi e-planning sendiri ada yang lima tahun, ada yang tahunan di situ targetnya sudah jelas," ucapnya.

Agus mengaku belum mengetahui lebih detail soal lem Aibon senilai Rp82,8 miliar di Pemprov DKI. Namun demikian, Agus memastikan bahwa ada kesalahan dalam perencanaan‎ pengadaan lem Aibon tersebut.

"Saya belum melihat sejauh itu, tapi kalau kita melihat, beli Aica Aibon itu sebesar itu pasti ada kesalahan yang mereka tidak melihat perencanaannya," ucapnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini