nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bamsoet Kembali Maju di Bursa Ketum Golkar, Azis: Biar Allah yang Melaknat!

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Senin 04 November 2019 13:41 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 04 337 2125468 bamsoet-kembali-maju-di-bursa-ketum-golkar-azis-biar-allah-yang-melaknat-EyX6E81G0J.jpg Ketua DPP Partai Golkar, Azis Syamsuddin (foto: Okezone.com)

JAKARTA - Perebutan kursi Ketua Umum partai Golkar, antara Airlangga Hartarto dengan Bambang Soesatyo alias Bamsoet terus berlanjut. Apalagi usai menjadi Ketua MPR, Bamsoet bertekat untuk maju kembali menjadi ketum partai berlambang beringin ini.

Mengenai hal itu, Ketua DPP Partai Golkar, Azis Syamsuddin tak ingin mencampuri persoalan majunya kembali Bamsoet di bursa ketum Golkar.

"(Kesepakatan) yang tahu antara Pak Airlangga, Pak Bamsoet sama Allah yang tahu. Biar yang mengingkari, biar Allah yang melaknatnya," ujar Azis di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/11/2019).

 Baca juga: Sinyal Barter Politik Terpilihnya Bamsoet Jadi Ketua MPR Dinilai Makin Kuat

Diketahui, kepastian majunya Bamsoet dalam perebutan kursi nomor satu di partai berlambang pohon beringin itu disampaikan oleh Wakil Ketua Koordinator Bidang Kepartaian Partai Golkar, Darul Siska. Loyalis Bamsoet itu menegaskan, bahwa tetap akan maju.

Wakil Ketua DPR RI ini pun enggan menilai, apakah Bamsoet terbukti melanggar kesepakatan dengan Airlangga, yang sebelumnya telah melakukan rekonsiliasi dan memberikan Kursi Ketua MPR kepada Bamsoet.

"Kalau (Bamsoet) melanggar komitmenkan biar masyarakat yang menilai, biar Allah yang melaknat kan gitu," kata dia.

 Baca juga: Tokoh Lokal Papua Berpotensi Jadi Kuda Hitam di Munas Golkar

Meski demikian, Azis tak memungkiri bila tak ada pembatasan seseorang kader yang ingin maju sebagai ketum Golkar tau tidak. Apalagi, di dalam AD/ART Partai Golkar membolehkan siapapun kader untuk maju sebagai Ketum.

Sehingga, Azis pun mempersilakan jika ada kader lainnya yang ingin maju mendaftar sebagai calon Ketua Umum Partai Golkar, asalkan mengaku dengan aturan AD/ART partai Golkar.

"Tidak ada yang bisa melarang orang untuk maju. Kalau ada yang mau daftar ya daftar, enggak bisa dilarang, sesuai AD/ART," tuturnya.

Disisi lain, dia menyebut DPP Partai Golkar bakal menghelar rapat pleno, Selasa, 5 November 2019 besok. Nantinya dalam rapat pleno itu membahas rencana penyelenggaraan musyawarah nasional (munas) akan direncakan pada tanggal 3-5 Desember untuk menentukan ketua umum Golkar.

"Tahapannya iya, kan nanti diputuskan dalam pleno, tanggal 5 itu. Agendanya apa, disepakati dalam pleno, kita jalan," papar Azis.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini