nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wamenag ke Guru Agama: Jangan Ada Radikalisme di Antara Kita

Fahreza Rizky, Jurnalis · Senin 04 November 2019 11:40 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 04 337 2125415 wamenag-ke-guru-agama-jangan-ada-radikalisme-di-antara-kita-QW8YtEXdD7.jpg Wamenag Zainut Tauhid (Okezone.com/Arif)

JAKARTA – Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid mengatakan guru merupakan agen penangkal radikalisme di sekolah-sekolah, tetapi pada saat yang sama juga rentan menjadi agen penyebaran radikalisme. Ia meminta semua guru khususnya di naungan Kementerian Agama agar waspada terhadap paparan paham intoleransi yang berujung radikalisme.

"Saya berharap kepada semua guru madrasah dan guru agama Islam yang berada dalam naungan Kemenag, jangan ada radikalisme di antara kita," kata Zainut ketika berbicara di Kementerian Agama, Jalan Lapangan Banteng Barat, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Senin (4/11/2019).

Kemenag akan memperingati Hari Guru Nasional (HGN) 2019 yang jatuh pada 25 November dengan berbagai acara. Pada puncak peringatan nanti, Kemenag mengadakan serangkaian lomba yang dapat meningkatkan potensi dan bakat para guru.

Baca juga: Jokowi Usul Istilah Radikalisme Diganti Manipulator Agama, Ini Penjelasan Wamenag

Pada akhir pekan lalu, di kantor pusat Kementerian Agama digelar lomba senam dan vlog. Acara senam diramaikan 600 guru madrasah se-Jabodetabek, didampingi langsung Menteri Agama Fachrul Razi dan Wakilnya Zainut Tauhid.Ilustrasi

Zainut Tauhid menilai, ide-ide moderasi beragama akan dengan mudah disebarkan kepada seluruh anak didik di Indonesia apabila para guru benar-benar dapat menyerap gagasan Islam yang rahmatan lilalamin.

Baca juga: Menag Bantah Isu 50% Pegawai Kemenag Terpapar Paham Radikal

Dengan demikian, dalam setiap mata pelajaran yang diberikan kepada siswa, intisari Islam damai dapat masuk ke dalamnya.

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Kemenag, Suyitno menambahkan, hari guru menjadi perhatian Kemenag setiap tahun.

Di hari inilah guru-guru berprestasi dan guru-guru yang memiliki pengorbanan besar untuk dunia pendidikan mendapat apresiasi.

Kemeng menaungi 708.167 guru di seluruh Indonesia. Sebanyak 126.293 di antaranya berstatus aparatur Sipil Negara (ASN), dan 581.474 lainnya bukan pegawai negeri.

"Berbagai penghargaan diberikan untuk menjaga motivasi guru dan memberikan iklim yang kompetitif," kata Suyitno.

Acara yang digelar di Jakarta akhir pekan lalu itu merupakan gelaran pertama dalam rangkaian perungatan HGN 2019 yang digelar Kemenag.

Sebelum acara puncak digelar di Lampung pada 23 November nanti, beberapa acara akan digelar di Jakarta dan Yogyakarta.Ilustrasi

Di Yogyakarta akan ada acara Gowes bersama Menteri Agama dan guru-guru madrasah pada 9 November, kemudian esok harinya ada pengumuman lomba foto dan vlog guru madrasah. Lalu 12-16 ada anugerah konstitusi guru.

Di Lampung, pada tanggal 21-23 ada anugerah guru & tenaga berpendidikan, lomba inovasi pembelajaran, dan simposium guru.

Sebagai kementerian yang membawahkan guru-guru madrasah dan guru agama di sekolah umum, Kemenag memberi perhatian serius pada pekembangan pendidikan dan metode pengajaran. Untuk itu Kemenag mendorong berbagai inovasi, di antaranya dengan berbagai lomba yang linier dengan peningatan mutu pendidikan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini