nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Heran dengan Survei LSI, Nasdem: Justru Era Jokowi Kebebasan Sempat Kebablasan

Muhamad Rizky, Jurnalis · Senin 04 November 2019 07:54 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 04 337 2125316 heran-dengan-survei-lsi-nasdem-justru-era-jokowi-kebebasan-sempat-kebablasan-SLhh1bIxtM.jpg Ketua DPP Partai Nasdem, Irma Suryani Chaniago. (Foto : Okezone.com)

JAKARTA – Ketua DPP NasDem Irma Suryani Chaniago mengaku heran dengan hasil Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang menyatakan kecenderungan kebebasan sipil di awal era kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memburuk.

"Terus terang saya enggak ngerti yang dimaksud LSI dengan kebebasan berpendapat buruk karena di belahan dunia manapun tidak ada kebebasan yang melanggar hak asasi manusia" kata Irma kepada Okezone, Senin (4/11/2019).

Menurut Irma, kebebasan sipil harus memiliki batasan sehingga tidak keluar dengan aturan. Saat ini, banyak warga justru menilai kebebasan sebagai suatu yang benar tanpa adanya batasan.

"Saya melihat justru di era Jokowi kebebasan sempat kebablasan, saking bebasnya caci maki ke presiden pun dinilai wajar. Justru saatnya kita harus menata kembali kebebasan yang kebablasan akibat terlalu lama dikekang Orde Baru," ucapnya.

"Masa peralihan dari Orde Baru ke Reformasi membuat masyarakat kehilangan demokrasi itu sendiri. Karena menurut saya, demokrasi itu tidak boleh memaksakan kehendak pada orang lain dengan alasan kebebasan berpendapat," tuturnya.

LSI merilis hasil survei tentang modal dan tantangan kebebasan sipil, intoleransi dan demokrasi di awal periode kedua pemerintahan Jokowi. (Foto : Okezone.com/Fahreza Rizky)

Irma juga mengomentari hasil survei LSI yang menyebut masyarakat semakin khawatir untuk membicarakan persoalan politik. Menurut Irma, hasil survei tersebut tidak sesuai fakta di lapangan.

"Fakta di lapangan orang bebas kok bicara soal politik. Mereka yang takut adalah oknum-oknum yang bicara tidak by data dan tidak tahu tentang regulasi, akibat kebablasan yang sempat terjadi," ucapnya.

Sebelumnya, Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei tentang modal dan tantangan kebebasan sipil, intoleransi dan demokrasi di awal periode kedua pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Ditemukan ada kecenderungan memburuknya kebebasan sipil.


Baca Juga : Survei LSI: Kebebasan Sipil Cenderung Memburuk di Awal Periode Kedua Jokowi

Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan mengatakan, publik yang menganggap sekarang masyarakat takut bicara politik semakin banyak, yakni 43%. Jumlah ini meningkat tajam dibanding 2014 yang hanya 17%.

"Mereka yang menyatakan sekarang warga takut karena penangkapan semena-mena oleh aparat hukum juga naik, dari 24% pada 2014 menjadi 38%," kata Djayadi saat jumpa pers di Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (3/11/2019).


Baca Juga : Survei LSI: Kepuasan Publik terhadap Kinerja Jokowi Cukup Tinggi 71,8%

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini