nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polemik Cadar & Celana Cingkrang, PKS: Menag Tak Paham Gaya Anak Sekarang

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Sabtu 02 November 2019 13:16 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 02 337 2124930 polemik-cadar-celana-cingkrang-pks-menag-tak-paham-gaya-anak-sekarang-rPiHdQh4v7.jpg Menteri Agama, Fachrul Razi (foto: Okezone.com)

JAKARTA - Jubir Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ahmad Fathul Bari meminta Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi tidak perlu mempermasalahkan pemakaian cadar atau celana cingkrang oleh aparatur sipil negara (ASN). Menurut dia, seharusnya Fachrul Razi fokus ke hal substansif dalam memerangi radikalisme.

Fathul menuturkan, celana cingkrang sudah jadi tren busana kekinian dan tidak lagi identik dengan ajaran agama tertentu.

"Menteri agama tidak tahu karena mungkin beliau orang tua. Bisa jadi tidak paham bahwa gaya anak sekarang pakai celana ada yang cingkrang dan sebagainya," kata Fathul di Kedai Sirih Merah, Jakarta (2/11/2019).

 Baca juga: Ini Tanggapan Jokowi Soal Polemik Cadar & Celana Cingkrang

Ia memastikan, bahwa PKS akan mendukung langkah pemerintah dalam memerangi radikalisme asal menyentuh ke hal yang substansif, bukan simbolik.

"Tapi kemarin first impresionnya menurut kami cukup buruk dengan akhirnya melihat hal itu sebagai suatu hal yang diidentikkan dengan ciri-ciri orang yang radikal," ucap dia.

Sebelumnya, Menteri Agama Fachrul Razi berencana melarang pengguna niqab atau cadar untuk masuk ke instansi milik pemerintah.

 Baca juga: Menag Fachrul: Cadar & Celana Cingkrang Bukan Ukuran Ketaqwaan!

Hal itu lantaran berkaca karena adanya peristiwa penusukan mantan Menteri Koordinator Bidang Politio, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto.

Fachrul mengatakan, rencana itu masih dalam kajian. Namun aturan itu sangat mungkin direkomendasikan Kemenag atas dasar alasan keamanan.

"Memang nantinya bisa saja ada langkah-langkah lebih jauh, tapi kita tidak melarang niqab, tapi melarang untuk masuk instansi-instansi pemerintah, demi alasan keamanan. Apalagi kejadian Pak Wiranto yang lalu," kata Fachrul.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini